Latihan dasar kepemimpinan siswa atau biasa disebut LDKS kini tidak asing lagi di telinga institusi pendidikan. Namun, banyak institusi pendidikan masih sulit menentukan tema LDKS yang menarik. Dengan Artikel ini anda akan direkomendasi contoh tema LDKS yang menarik. LDKS pada dasarnya harus diikuti oleh mahasiswa atau siswa untuk masuk suatu organisasi, baik organisasi internal maupun eksternal. Kegiatan LDKS memiliki banyak manfaat yang bisa anda dapatkan, salah satunya menjadikan diri anda lebih disiplin waktu. Contoh Tema LDKS yang Menarik dan Menyenangkan1. Menumbuhkan Karakter Siswa Agar Siap Bersaing di Era Industri Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Pada Generasi Milenial3. Mengasah Nalar Kritis Siswa4. Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Bijaksana Contoh Tema LDKS yang Menarik dan Menyenangkan LDKS adalah singkatan dari latihan dasar kepemimpinan siswa, kegiatan ini ditujukkan untuk siswa maupun mahasiswa. Kegiatan ini juga memiliki tujuan untuk menjadikan siswa menjadi pemimpin yang hebat, melatih pola pikir siswa, dan meningkatkan keterampilan. Tidak hanya itu saja, tujuan lain kegiatan LDKS adalah mencari bibit baru yang akan meneruskan organisasi tertentu. Tujuan init tidak lepas dari tema yang diberikan oleh panitia saat kegiatan LDKS berlangsung. Tema LDKS juga sesuai dengan visi dan misi organisasi. Dalam kegiatan LDKS ini juga siswa akan dibimbing oleh pelatih yang sudah profesional sesuai dengan tema yang diberikan. Jika anda masih sulit untuk menentukan tema LDKS yang menyenangkan. Berikut contoh tema pelantikan yang menarik dan menyenangkan. 1. Menumbuhkan Karakter Siswa Agar Siap Bersaing di Era Industri Tema kegiatan yang menarik dalam kegiatan LDKS yakni “Menumbuhkan Karakter Siswa Agar Siap Bersaing di Era Industri Tema ini sangat menarik untuk dijadikan referensi tema LDKS, pasalnya siswa akan diajarkan bagaimana cara beradaptasi di era industri Selain itu, siswa juga akan diajarkan bagaimana cara menjadi pemimpin profesional di era industri 2. Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan Pada Generasi Milenial Generasi milenial harus memiliki jiwa kepemimpinan yang hebat, sebab generasi milenial akan menjadi generasi yang memimpin dunia di masa mendatang. Oleh karena itu, penting mengadakan kegiatan LDKS untuk generasi milenial. dalam tema LDKS yang menarik ini terdapat materi-materi mengenai kepemimpinan yang baik untuk generasi milenial. 3. Mengasah Nalar Kritis Siswa Tema yang sangat penting untuk melakukan kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa yakni “Mengasah Nalar Kritis Siswa”. Tema kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa untuk meningkatkan pola pikir menjadi lebih kritis. Tidak hanya itu saja, tema LDKS yang menarik ini juga bertujuan agar siswa dapat menyongsong segala perubahan iklim di dunia. 4. Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Bijaksana Tak kalah penting dari tema LDKS yang menarik lainnya, tema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Bijaksana” memiliki tujuan yang cukup menjanjikan untuk siswa. Tema LDKS ini bertujuan agar siswa dapat menjadi pemimpin yang bijaksana, inovatif, dan loyal terhadap organisasi. Tema ini banyak dipakai oleh institusi pendidikan dalam mengadakan kegiatan latihan dasar kepemimpinan siswa. Nah, itulah beberapa contoh tema kaderisasi mahasiswa ataupun siswa yang menarik dari Rejekidilammar, tentunya tema-tema tersebut sudah banyak dipakai oleh berbagai institusi pendidikan guna membangun pola pikir dan keterampilan siswa. Selain itu, ada banyak manfaat yang bisa siswa dapatkan dari tema LDKS ini, seperti siswa dapat menjadi pemimpin yang bijaksana, pola pikir siswa lebih kritis, siswa dapat mengikuti perkembangan zaman di era industri Manfaat yang paling penting yakni menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada generasi milenial. Jadi, sudah tidak bingung memilih tema LDKS yang cocok dan menarik, bukan?
Siapayang tidak ingin terlihat cantik dengan dress yang terinspirasi dari tahun 1920-, sambil menyesap koktail retro? 10. Champagne and Dessert party: Tidak ada yang lebih chic dari bubbly dan cupcakes mini. 11. Black and White Ball: Tema hitam dan putih Truman Capote sempat jadi pesta terbaik di tahun 60an. Minta seluruh tamu Anda memakai warna hitam dan putih.Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Untuk kalian para pelajar yang saat ini lagi bosan dengan kegiatan Latihan dasar kepemimpinan siswa LDKS dengan konsep acara yang gitu-gitu aja, yuk simak gimana inovasi dan inspirasi dari manasih konsep anti maenstream ini? melansir dari kegiatan Latihan dasar kepemimpinan LDK adalah sebuah pelatihan dasar tentang hal-hal yang berkaitan dengan kepemimpinan, biasanya kegiatan ini di panitiai oleh pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah OSIS lama kepada pengurus OSIS yang baru. kegiatan LKDS selalu dilaksanakan setiap tahunnya oleh beberapa sekolah baik dalam tingkat menengah pertama maupun menengah atas, salah satunya disekolah Madrasah Aliyah Mamba'ul Ulum, yang berlokasi di Jl. Awang-awang Mojosari, Mojokerto, Jawa Timur, 61382. yang mana pada saat itu kepengurusan OSIS periode 2018-2019 menuju pergantian pengurus OSIS periode 2019-2020. Ketua OSIS periode 2018-2019 menginginkan ada sesuatu yang baru dari LDKS tahun ini sebagai bentuk pungkasan masa jabatannya,"harusnya ada inovasi anti maenstream dikegiatan LKDS tahun ini, mengingat beberapa hal yang sudah berubah dari tahun-tahun lalu, dan untuk menutupi kekurangan dari perubahan tersebut kita harus ada sesuatu yang menarik sehingga dapat berkesan di hati peserta" Ujar siswi berkacamata sekaligus ketua OSIS periode panitia berpikir keras untuk mewujudkan wacana tersebut, alhasil tercenanglah pikiran untuk mengusung tema kebudayaan dalam kegiatan LDKS ini, sebagai bentuk pelestarian dan juga menunjukkan bahwa budaya Indonesia tidak kalah keren dengan budaya asing. Rencana kegiatan LDKS 2019 dengan tema "kebudayaan lestari oleh pemimpin berbudi", berhasil disusun dengan rapi dengan disisipkan nuansa kebudayaan dan dilaksanakan pada tanggal 4 hingga 7 November 2019. nah, apa saja sih yang membuat kegiatan ini bisa disebut anti maenstream, berikut detail konsepnya1. puncak acara kegiatan LDKS ini dilaksanakan bertepatan dengan dinobatkannya wayang kulit sebagai karya seni kebudayaan yang mengagumkan yakni pada tanggal 7 malam puncak dimeriahkan oleh penampilan yang sesuai dengan tema yakni dengan menyajikan pengibaran bendera merah putih, bendera pondok pesantren, bendera OSIS, dan bendera-bendera ekstrakulikuler lainnya di kibarkan seraya berlari mengitari api unggun menunjukkan semangat kebangsaan, kemudian di lanjutkan dengan penampilan 8 orang pembawa wayang-wayangan dan lengkap dengan kostum serta properti nuansa Indonesia banget. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Salahsatu pilihan lokasi dan kegiatan LDKS, Pramuka/kepanduan, MAKRAB, wisata edukasi atau kegiatan sekolah/kampus lainnya yang sangat ideal di daerah Sentul Bogor, adalah di VILLA ROSOMULYO. Untuk kegiatan ini bisa dilakukan dengan menginap antara 2 - 3 hari kegiatan atau tanpa inap kegiatan dari pagi sampai sore. Latihan Dasar Kepemimpinan LDK adalah sebuah pelatihan dasar yang menjadi salah satu program kerja proker kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang paling populer. Biasanya diadakan setelah ketua organisasi dipilih dan jajaran pengurus intinya sudah ditetapkan, dan sebelum pengurus khusus untuk OSIS atau anggota untuk kegiatan ekstrakurikuler lainnya yang telah dinyatakan dterima dilantik menjadi bagian organisasi secara penuh. LDK dapat dikategorikan sebagai bagian dari pelatihan dan pengembangan SDM, yang memiliki tujuan untuk mempersiapkan SDM organisasi yang di sekolah agar memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu bekerja secara efektif. Pelatihan dan pengembangan SDM pada perusahaan biasanya lebih terelaborasi, lebih luas cakupannya, dan dirancang dengan lebih profesional. Hal ini berkaitan dengan perusahaan yang memiliki pendanaan yang jauh lebih besar di banding organisasi-organisasi di sekolah, sehingga perusahaan lebih mampu untuk berkomitmen terhadap pelatihan dan pengembangan SDM mereka melalui pengorbanan waktu dan dana, ketimbang organisasi-organisasi di sekolah. LDK pada kegiatan ekstrakurikuler biasanya diadakan selama beberapa hari, dengan hari pertama secara hari pembukaan. Hari-hari berikutnya adalah rangkaian materi demi materi yang sudah dirancang sedemikian rupa, sebelum akhirnya ditutup pada hari terakhir acara. Materi LDK meliputi materi fisik dan materi psikologi lebih dikenal sebagai materi mental. Materi fisik biasanya terdiri dari kemampuan baris-berbaris serta kesehatan jasmani yang diukur melalui kegiatan olahraga seperti lari, push-up, atau senam. Materi fisik diberikan oleh pengurus atau anggota organisasi yang lebih senior. Bahkan beberapa ada yang mengundang alumni, baik untuk ikut memberikan materi maupun sebagai ajang berkumpul saja. Setelah materi fisik, ada juga materi mental, yang diejawantahkan dalam penyuluhan mental pemimpin. Selain itu, ada berbagai kegiatan lain yang sebenarnya juga melibatkan fisik, tetapi aim utamanya adalah untuk membangun mental. Kegiatan ini antara lain adalah segala macam outbond, permainan yang mengasah mental dan memiliki nilai kepemimpinan, serta sesi dinamika kelompok. Disebabkan materi mental lebih tricky dan harus ditangani oleh orang yang cakap, panitia pelaksana LDK tidak dapat begitu saja mempercayai materi ini kepada senior-senior organisasi. Biasanya pemateri berasal dari kalangan guru, khususnya guru Bimbingan Konseling sekolah. Bisa juga untuk menyewa jasa lembaga psikologi independen. Pelatihan dasar ini ternyata tidak cuma ada sebagai program kerja internal organisasi-organisasi di sekolah. Beberapa di antaranya diadakan sebagai bentuk kolaborasi antara dua atau lebih organisasi, yang bisa saja berasal dari sekolah yang berbeda. Sekolah-sekolah tertentu pula dilaporkan memiliki LDK versi mereka sendiri yang wajib diikuti oleh siswa baru. Ada juga LDK yang diselenggarakan oleh pihak-pihak eksternal yang lain, seperti LDK untuk siswa-siswi beragama Katolik dari 52 sekolah yang berada di wilayah pelayanan Keuskupan Agung Jakarta KAJ. LDK pun diadakan di beberapa universitas. Penyelenggaraannya diserahkan kepada BEM universitas. Pihaknya akan menjadi pengawas dan BEM bertanggung jawab kepada mereka. Umumnya sasaran kegiatan ini adalah mahasiswa baru. LDK dijadikan ajang untuk memperkenalkan dan menginternalisasi nilai-nilai kampus. Tujuan Latihan Dasar KepemimpinanLatihan Dasar Kepemimpinan Online di Masa PandemiContoh Tema Latihan Dasar Kepemimpinan yang MenarikLatihan Dasar Kepemimpinan Organisasi Tujuan Latihan Dasar Kepemimpinan LDK baik yang merupakan program kerja internal organisasi-organisasi di sekolah maupun yang diselenggarakan oleh pihak-pihak lain pada dasarnya memiliki tujuan yang sama. Perbedaannya hanya pada penyelenggara serta para peserta latihan semata. Tema latihan dasar pun bisa berbeda. Namun, umumnya struktur dan agenda-agenda yang dimiliki tidak berubah antara satu LDK dengan LDK yang lain. Tujuan yang paling utama dari LDK adalah melatih dan mempersiapkan SDM yang dimiliki oleh organisasi. Dalam organisasi, kita mengenal apa yang disebut 6 M, yaitu man SDM, metode, money uang, material, mesin, dan market pasar. Di antaranya man adalah yang paling signifikan karena man pulalah yang mengatur dan mempersiapkan 5 M yang lain. SDM berkualitas yang dimiliki oleh organisasi sebagai hasil dari LDK juga merupakan keuntungan bagi sekolah. Sekolah membutuhkan siswa-siswi yang terampil dan berkualitas, serta tidak hanya memiliki kemampuan akademis dari pelajaran-pelajaran yang diajarkan di kelas. Siswa-siswi ini dapat diikutkan dalam lomba baris-berbaris, dikirim menjadi perwakilan sekolah dalam kegiatan antarsekolah, serta membawa ekstrakurikuler yang ada menjadi lebih baik dan berprestasi. Prestasi kegiatan ekstrakurikuler akan menambah nilai sekolah di mata orang tua dan calon siswa baru. Siswa yang terbiasa berorganisasi dan memiliki jiwa kepemimpinan diproyeksikan tidak akan kesulitan ketika berada pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bagi siswa SMP, jejang yang dimaksud adalah SMA, dan bagi siswa SMA, jenjang itu adalah dunia pendidikan tinggi perkuliahan. Kemampuan berorganisasi dan jiwa kepemimpinan biasanya ditandai dengan kecekatan, kemampuan berpikir kritis, problem solving, dan kemampuan bekerja sama serta bekerja di bawah tekanan. Kemampuan ini akan membantu saat siswa yang bersangkutan memutuskan untuk ikut dalam organisasi yang lebih kompleks dan lebih serius, sebelum akhirnya terjun ke organisasi yang sebenarnya di masyarakat. Dalam hal ini, sekolah berhasil menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Tak hanya mendidik melalui kelas, melainkan melalui organisasi dan pelatihan dasar yang semakin memperkaya pengetahuan dan pengalaman siswa. Bukan sebagai tujuan utama LDK, banyak peserta LDK menemukan teman baik melalui ajang ini. LDK mempertemukan banyak siswa dan atau mahasiswa dari satu organisasi dengan organisasi lain, dari satu sekolah dengan sekolah lain, dan seterusnya. Awalnya mungkin akan ada kecanggungan dan rasa asing karena sebagian besar di antaranya memang belum pernah bertemu satu sama lain. Bahkan, ada beberapa yang sudah bertemu pun, belum saling menegur atau menyapa. Namun, rasa tersebut akan hilang seiring waktu berjalan. Dari yang awalnya tidak kenal, kemudian menjadi karib dan kawan sepermainan. Teman yang didapat melalui latihan dasar kepemimpinan juga bukan teman sembarangan. Selain umumnya berkecimpung dalam kegiatan yang sama sehingga saling nyambung saat mengobrol, teman-teman sesama didikan LDK telah ditempa bersama sehingga memiliki rasa kepekaan dan solidaritas di antara sesamanya. Rasa solidaritas ini apabila dituangkan menjadi kerja sama tim, akan memacu kinerja organisasi di sekolah menjadi lebih produktif, yang berujung pada tercapainya program-program kerja. Dalam sebuah artikel tentang LDK yang diadakan oleh Keuskupan Agung Jakarta KAJ, penulis artikel itu, Daniel Bondang menyebutkan bahwa pada hari pertama LDK online KAJ, terdapat 148 peserta dari 52 sekolah. Jumlah itu sangat besar dan mungkin tanpa mengikuti LDK KAJ, Daniel takkan mengenal teman-teman barunya itu. Bahkan ia baru mengetahui eksistensi beberapa sekolah yang juga ikut LDK saking banyaknya sekolah yang berpartisipasi. Daniel menuturkan bahwa peserta LDK kian hari kian berkurang. Penyebabnya mungkin karena merasa LDK online membosankan dan tidak ada yang menghukum mereka apabila mereka tidak mengikuti kegiatan itu. Seperti yang dikemukakan dalam satu paragraf di atas, LDK memperluas jejaring pribadi pesertanya. Latihan Dasar Kepemimpinan Online di Masa Pandemi Biasanya latihan dasar kepemimpinan dilakukan dengan cara tatap muka, maka sejak tahun 2020, latihan dasar kepemimpinan online mulai marak dilakukan sebagai alternatif dari pembatasan kegiatan di sekolah, yang dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Latihan dasar kepemimpinan online memungkinan LDK untuk tetap dapat terlaksana sembari menghindari kerumunan keramaian yang dapat menjadi ajang penyebaran virus. LDK online dapat dilakukan melalui Zoom, salah satu aplikasi telekonferensi yang sedang naik daun selama pandemi. Zoom yang tidak berbayar memiliki kapasitas 40 peserta yang dapat hadir dalam satu tautan, untuk sesi gratis selama 40 menit. Apabila ada antusiasme atas pembukaan LDK, sering pesertanya lebih dari 40 orang serta saking asyiknya, berjalan hingga berjam-jam. Kapasitas Zoom tidak berbayar dan sesi yang terbatas untuk 40 menit atau kurang ini dapat membuat frustasi. Cara menanggulanginya adalah dengan membeli layanan Zoom premium berbayar dan nikmati kapasitas peserta yang lebih besar. Namun, jika kalian tidak mau repot-repot beralih ke Zoom premium, masih ada alternatif untuk mengakomodasi lebih banyak peserta dengan tetap menggunakan Zoom tanpa bayar. Panitia penyelenggara dapat membuat atau menyediakan beberapa tautan berbeda, yang semaunya mampu memuat hingga 40 peserta. Penyampaian materinya mungkin agak ribet untuk seluruh room tautan. Oleh karena itu, penyampaian materi dapat dikreasikan dengan cara merekam suara pemateri, menyediakan file presentasi, serta menggunakan perangkat audi-visual yang dapat dilihat dan didengar seluruh partisipan yang tersebar ke dalam beberapa room yang berbeda. Hampir tidak ada perbedaan besar antara latihan kepemimpinan dasar online dengan yang sebelumnya dengan bertatap muka. LDK online juga membagi waktu ke dalam beberapa bagian dengan kegiatan yang spesifik, seperti materi kepemimpinan dan teori baris-berbaris yang menggantikan praktik fisik di lapangan, materi psikologi atau mental, permainan untuk meningkatkan kerja sama serta mengakrabkan para peserta, pengenalan organisasi, materi lain seperti membuat laporan, menyusun proposal, dan membuat presentasi yang menarik, dan sesi membahas tugas yang diberikan di hari sebelumnya semacam PR. Teori baris-berbaris dapat dipraktikkan oleh peserta latihan dasar kepemimpinan online di rumah masing-masing. Panitia bisa saja meminta mereka untuk merekam praktik baris-berbaris dan mengumpulkan untuk kemudian ditayangkan dalam sesi materi kepemimpinan, sebelum akhirnya dievaluasi dan didiskusi bersama seluruh peserta. Materi psikologi dapat disampaikan dengan gabungan metode presentasi dan audio-visual, untuk mengantisipasi kebosanan peserta sehingga partisipasi dalam LDK tidak terus berkurang seperti yang dialami oleh Daniel. Permainan yang dapat dipertimbangkan dalam LDK antara lain kuis pada platform Kahoot, bermain scrabble online untuk waktu yang sudah ditetapkan, atau tebak kata. Sedangkan materi penulisan dan pengenalan pembuatan proposal, presentasi, serta laporan dapat dilakukan oleh senior organisasi yang sudah berpengalaman. Di luar sesi yang semua peserta LDK berkumpul untuk online bersama, perlu dipertimbangkan juga untuk memiliki kelompok-kelompok kecil dan memberikan mereka tugas kelompok di samping tugas mandiri tiap individu. Contoh Tema Latihan Dasar Kepemimpinan yang Menarik Ada beragam hal menarik yang dapat dieksplorasi dan ditetapkan menjadi tema latihan kepemimpinan dasar. Salah satu hal yang menarik tersebut adalah jawaban atas masa depan. Tema ini merupakan tema yang dipilih untuk LDK yang digelar oleh Sekolah Tinggi Kesehatan STIKES Darul Azhar, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan tahun 2020. STIKES Darul Azhar selalu menggelar LDK setiap tahun ajaran baru, dengan peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa baru. LDK yang diadakan temanya selalu berbeda. Tema LDK STIKES Darul Azhar yang diadakan pada 14-15 Juli 2020 adalah jawaban masa depan. Masa depan digambarkan sebagai waktu yang belum diketahui bagaimana kondisinya dan apa yang akan terjadi. Namun, mahasiswa harus mempersiapkan diri agar tidak kelabakan terhadap situasi yang baru di masa depan. Situasi yang baru sendiri telah menampakkan dirinya dalam wujud pandemi covid-19, yang mungkin tak pernah kita bayangkan. Berkat perkembangan sarana dan prasana, termasuk ketersediaan listrik dan internet, covid-19 dapat dilangkahi dan kita mampu menjawab tantangan yang ada. Dalam hal ini, LDK tetap terlaksana tanpa harus berkerumun. LDK Stikes Darul Azhar 2020 sama dengan LDK kebanyakan, adalah untuk pertama kalinya acara tahunan itu dilaksanakan secara virtual dan berjalan dengan lancar. Kesimpulan LDK ini adalah kita harus melek teknologi agar tidak ketinggalan zaman. Teknologi telah menyelamatkan manusia dan kemanusiaan berulang kali pada masa lalu. Tidak mungkin tidak hal yang sama akan kembali menyelamatkan kita. Pihak kampus memuji kepanitiaan di balik LDK itu, dan mengharapkan agar mahasiswa dapat terus berpikir kritis dan kreatif, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Pemanfaatan teknologi yang baik memungkinkan program kerja BEM untuk tetap dapat dilakukan, tanpa halangan yang berarti. Tema latihan dasar kepemimpinan yang menarik berikutnya adalah lead yourself, lead the world. Tema ini fokus pada mengapa jiwa pemimpin sangat dibutuhkan. Sebelum bermimpi untuk memimpin dunia, pimpinlah diri sendiri dulu dalam semangat kerja keras dan kedisiplinan. Kerja keras dan kedisiplinan sudah diakui sebagai dua resep yang selalu ada di balik sosok yang sukses dan berpengaruh. Menumbuhkan kerja keras dan disiplin bukan hal yang mudah. Namun, membiasakan diri sedikit demi sedikit untuk menjadi pribadi yang lebih baik adalah langkah kecil yang dampaknya akan sangat besar dan signifikan. Sesuai pepatah, “Ala bisa karena biasa”, semakin terbiasa seseorang dengan gaya hidup tertib dan mengikuti peraturan yang ada, semakin gampang untuk mendisiplinkan diri. LDK yang diadakan dengan tema ini juga membuat aturan-aturan, termasuk soal waktu. Kapan sesi yang satu dimulai, kapan sesi yang lain dimulai, semuanya sudah diatur. Para peserta diharapkan dapat melatih dirinya secara langsung tanpa harus berlama-lama menunggu LDK selesai. Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi Latihan dasar kepemimpinan pada organisasi sudah ditekankan berkali-kali signifikansinya. Pelatihan dasar sangat penting bagi kemajuan organisasi dan oleh karena itu harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. LDK biasanya diadakan setahun sekali, pada permulaan tahun ajaran baru di sekolah. Beberapa organisasi mungkin memiliki pertimbangan lain kapan mereka akan mengadakan LDK. Kita sudah membahasa latihan dasar kepemimpinan online pada sub-pembahasan sebelumnya. Maka dalam pembahasan ini kita akan membahas latihan dasar kepemimpinan organisasi yang dilakukan dengan bertatap muka. LDK secara langsung adalah LDK yang biasa dilakukan sebelum pandemi covid-19 terjadi pada pertengahan paruh pertama 2020. Berasumsi bahwa laju vaksinasi akan stabil dan herd immuntity berhasil dicapai, LDK secara langsung akan kembali dilakukan. Bukannya LDK online kurang baik, melainkan karena secara tradisional, kegiatan yang mempertemukan individu-individu secara langsung lebih berkesan sehingga dari segi bonding diasumsikan akan lebih erat antarsatu peserta dengan peserta lain. Latihan dasar kepemimpinan organisasi secara langsung dapat dilakukan di sekolah atau di tempat lain yang dinilai layak, mengakomodasi, dan disepakati oleh panitia. Panitia pula menentukan apakah para peserta LDK akan pulang ke rumah masing-masing setiap acara harian selesai, atau mereka mau memasukkan konsep kemah dan malam keakraban ke dalam proses pelatihan. LDK organisasi ini bisa dilakukan secara mandiri oleh panitia sendiri, atau bisa menggandeng pihak lain seperti TNI. TNI sudah sering menjadi partner untuk menjalankan latihan dasar kepemimpinan di beberapa sekolah. LDK di bawah TNI umumnya lebih keras dan menantang secara fisik. Meskipun begitu, tetap aman karena pihak TNI memahami teknik dan metode yang mereka terima dalam pelatihan mereka sendiri. Materi fisik yang bisa diinkorporasikan ke dalam LDK secara langsung ini adalah baris-berbaris. Peserta menerima materi dan peserta mempraktikkannya secara langsung saat itu juga untuk dinilai dan diberi hukuman apabila tidak memuaskan. Praktik baris-berbaris dapat dilakukan seorang diri atau secara kolektif. Pada setiap pagi sebelum kegiatan inti harian dimulai, para peserta diminta untuk jogging sejauh beberapa km, kemudian melakukan senam dan pemanasan. Tujuannya adalah mempersiapkan fisik untuk kegiatan selama seharian. Materi fisik dapat diselang-seling dengan materi mental, dalam wujud dinamika kelompok melalui permainan, problem-solving sebagai wujud materi manajemen konflik, serta komnikasi. Siswa belajar banyak selama LDK, yang mereka pelajari bukan hal yang sepele. Mereka pun tidak hanya bermain-main belaka dan menghabiskan wakut secara sia-sia. Mereka ditempa untuk menjadi individu yang lebih baik, untuk menjadi leader bagi diri sendiri dan berdampak bagi organisasinya, sekolah, dan bahkan bangsa. Materi fisik dan mental melengkapi kemampuan akademis yang didapatnya di kelas. Selesai mengikuti latihan dasar kepemimpinan organisasi, siswa telah mengembangkan jejaring yang luas, memiliki lebih banyak pengetahuan, dan siap menjadi pemimpin. Dalamkegiatan ini siswa diajak mengenal lingkungan sekolah. Dalam kefiatan MPLS tersebut biasanya pihak sekolah menyelenggarakan MPLS dengan tema-tema tertentu. Berikut ini adalah beberapa contoh tema MPLS yang unik dan menarik yang bisa dipilih untuk digunakan sebagai inspirasi tema MPLS : 1. Menggali Potensi Siswa. Haii semua! Disini ada yang pernah ikut LDKS atau Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa gak sihh? Kalau misalnya ada, kalian termasuk orang-orang yang beruntung. Jujur nih yaa, first impression saya buat LDKS tuh buruk, buruk banget. Mulai dari yang dimarah-marahin, dijemur di lapangan, sampe disuruh makan komando yang ini yang paling saya takutin sebenernya. Ehh bentar dulu dehh..sebelum kejauhan, saya mau ngasih tau dulu LDKS itu arti sebenernya apa sih. Jadi, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa LDKS adalah suatu bentuk kegiatan yang bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya siswa/siswi peserta untuk mendalami dan memahami tentang konsep-konsep atau dasar-dasar sebuah organisasi. Bingung gak sihh? Cukup bingungin sihh. Tapi kalau berdasarkan yang saya alami dan saya dengar sihh, lebih gampangnya itu LDKS melatih kita untuk mempunyai jiwa kepemimpinan yang besar, pandai dalam kerjasama dan berorganisasi. Sedikit gak nyambung sebenarnya, tapi itu pengertian yang saya dapat selama mengikuti LDKS. LDKS biasanya ditunjukan untuk siswa/siswi SMA, anggota OSIS sampai karyawan di perkantoran. Nah baru-baru ini tepatnya 17-18 September 2016, SMAN 81 mengadakan LDKS yang diikuti oleh seluruh murid kelas X. Kegiatan LDKS tersebut mengambil tempat di Sarang Petarung Bhumi Marinir Cilandak. Di sana seluruh kelas X dibimbing langsung oleh Marinir Angkatan Laut. Jadi, kebayang gak sih gimana capek nya waktu di sana? Kalau gak kebayang, saya mau sharing pengalaman selama LDKS yang semoga dapat membantu dan menghibur teman-teman semua! Jadi sebelum LDKS dimulai, seluruh kelas X mengikuti Pra-LDKS yang diadakan di sekolah dan dibimbing oleh kakak-kakak OSIS dan MPK SMAN 81. Selama masa Pra-LDKS kami semua diajari tentang attitude yang baik dalam menjawab pertanyaan, baris berbaris, diajari untuk menjadi cekatan dalam melakukan suatu pekerjaan, bertanggung jawab dan yang gak kalah penting kami juga dikenalkan dengan yang namanya makan komando! Berhari-hari kami melaksanakan kegiatan itu semua. Kami juga menampilkan yel-yel angkatan yang sebenernya beberapa dari kami belum hafal betul yel-yel nya jadi penampilan kami kurang memuaskan. Pra-LDKS dilaksanakan setiap pulang sekolah sampai kira-kira jam 5 sore. Awalnya saya sedikit kesal sihh kenapa sampai sore banget, udah capek dan lanjut les ditambah lagi grab dan gojek yang high fare harganya kalo udah sore hehe . Tapi setelah saya merasakan LDKS yang sebenernya, ternyata Pra-LDKS yang kemarin itu belum secapek LDKS yang benerannya. Sabtu, 17 September pun tiba. Kami semua datang ke sekolah tanpa membawa tas lagi. Satu hari sebelumnya, kami sudah diwanti-wanti untuk menyiapkan satu tas yang berisi pakaian dan perlengkapan sesuai aturan untuk dikumpulkan di sekolah sehingga saat hari H kami tidak direpotkan dengan perlengkapan dan malamnya kami tidak sibuk packing dan memanfaatkan waktu yang ada untuk beristirahat. Perjalanan kami ke Bhumi Marinir Cilandak berjalan lancar, dengan menggunakan mobil tronton hijau kami menembus jalanan Jakarta yang cukup sepi pagi itu. Sesampainya di sana, kami langsung berbaris sesuai dengan regu yang sudah diatur. LDKS dimulai dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan foto bersama. Lalu, kami saling kenal dengan pelatih-pelatih kami selama di sana. Kami juga diajak mengelilingi kompleks Bhumi Marinir Cilandak. Ohiya, seluruh kelas X dibagi menjadi 3 kompi yang masing-masing terdiri dari 3 pleton. Ada kompi merah, kompi kuning dan kompi ungu. Masing-masing kompi mempunyai pelatih sendiri. Waktu siang tiba, kami semua dikenali dengan pelatih masing-masing dan latihan yel-yel kompi! Yel-yel setiap kompi bagus, unik dan menarik, shout-out buat semua pelatih yang udah bikin yel-yel dadakan detik itu juga. Setelah pengenalan, kami diberi pelatihan PBB yang membuat kulit saya keling sekali sampai sekarang. Maghrib tiba, kami pun sholat, makan malam dan melanjutkan kegiatan kami di aula atau bisa disebut pendopo sih. Di sana kami mendapat banyak materi tentang LDKS dan hal-hal lainnya, kami juga menampilkan yel-yel angkatan yang kali ini lebih kompak dari sebelumnya. Tengah malam tiba, kami yang sudah ngantuk-ngantuknya belum tidur dari pagi dikejutkan dengan acara jurit malam. Kami baris per-regu menunggu giliran, kebetulan saya mendapat regu 7 dari 28 regu. Regu saya berisi 10 muris kelas X dan 1 kakak OSIS yang saat itu sedang melaksanakan LDKO. Sebelum jurit malam saya udah ketakutan banget, tapi selama perjalanan saya baru inget kalo saya gak pake kacamata! Jadi sebenarnya semua yang saya lihat waktu jurit malam itu blur! Hahaa, jadi beruntung sih gak bisa lihat apa-apa. Jam setengah satu pagi regu saya kedapatan bagian jurit malam, dan selesai jam setengah 3 pagi. Saya kira, selesai itu udah bisa tidur..ternyata enggak, kami semua disuruh tidur di lapangan dan waktu kami tidur di lapangan tanpa alas apapun, hujan turun deres pake banget. Keesokannya, kami memulai aktivitas lagi. Hari kedua ini cukup santai, kami mengikuti 4 outbond. Ada perahu air, lempar kapak dan pisau, problem solving dan paralon air. Yang menjadi kesukaan saya adalah lempar kapak dan pisau! Setelah cukup lama mengikutin outbond kami kedapatan waktu naik tank, gak sempet foto sihh ya tapi gak masalah lah yaa, pikiran saya waktu itu udah mau cepet-cepet pulang. Setelah makan siang dan sholat dzuhur, kami mengikuti upacara penutupan AKHIRNYA PENUTUPAN JUGA. Dan akhirnya kami pulang lagi ke SMAN 81 Jakarta tercinta dengan menggunakan tronton. Waktu perjalanan pulang, hujan turun deres banget membuat teman-teman di tronton saya ngantuk dan akhirnya tidur. Tapi berhubung tronton saya bocor dan kemasukan air hujan, beberapa kita jadi kehujanan dehh. Akhir kata, LDKS benar-benar gak bakal saya lupain tapi saya dengan hati menolak kalau disuruh lagi. Kalau, sekolah kalian ngadain LDKS juga, kalian wajib banget ikut! Semua capeknya, bakal terbayar sama memory yang bakal keinget sampai gede nanti! Kalian bakal lebih solid dan bakal dapet temen banyak setelah LDKS. Banyak deh benefit yang didapat setelah LDKS, kalian harus ngerasain sendiri LDKS biar merasakan sensasinya. Jadi, excited buat LDKS?
DiLDKS, kalian diberi pembekalan yang lengkap. Mulai dari susunan organisasi, cara supaya organisasi kalian terus berkembang, pembuatan proposal dan cara bekerjasama dengan orang lain. Jadi, sisi baru LDKS sekarang tidak semenakutkan itu kok Mudaers. Justru, semakin asyik apalagi jika LDKS dikemas dengan cara yang unik dan menarik.
NEWSmedia - Kumpulan tema LDK yang menarik ini bisa kamu simak sebagai bahan referensi ketika ingin mengadakan suatu kegiatan kaderisasi dalam sebuah organisasi. Beberapa contoh tema LDK di bawah ini cocok kamu gunakan untuk kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan di sekolah maupun di kampus. Seperti diketahui, LDK atau latihan Dasar Kepemimpinan merupakan salah satu cara yang biasa diterapkan oleh siswa maupun mahasiswa untuk bergabung dalam sebuha organisasi, baik internal maupun eksternal. Baca Juga 12 Contoh Tema LDKM, Kaderisasi Tingkat Dasar di Kampus Swasta dan Negeri untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045 LDK juga bisa dikatakan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh organisasi tertentu untuk melatih serta menumbuhkan rasa percaya diri para siswa maupun mahasiswa yang menjadi peserta kegiatan. Selama kegiatan LDK, biasanya para peserta akan dilatih agar mereka mampu meningkatkan kemampuan atau skill terpendam yang mereka miliki selama ini. Sehingga tidak heran, ketika kegiatan LDK, para panitia menyiapkan tema yang beragam sesuai dengan tujuan masing-masing organisasi. Baca Juga 10 Contoh Tema Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, Mencetak Generasi Penerus Bangsa yang Berakhlaqul Karimah Penyelenggaraan LDK juga harus memiliki tujuan yang jelas, agar ketika kegiatan LDK selesai, para anggota baru bisa aktif dalam berorganisasi. Tentu, di samping mereka berorganisasi, para siswa atau mahasiswa pun tidak melupakan tugas mereka dalam menuntut ilmu di kelas. Walaupun beberapa orang berpendapat bahwa mencari ilmu, tidak selamanya bisa dilakukan di dalam kelas, melainkan bisa juga dari organisasi yang mereka ikuti. Baca Juga 10 Contoh Tema Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa Simpel, Elegen dan Memiliki Tujuan yang Luhur Maka dari itu, simak kumpulan tema LDK yang menarik ini, cocok untuk kegiatan siswa maupun mahasiswa di bawah ini - Membangun jiwa kepemimpinan yang mampu beradaptasi dan berintegritas tinggi. - Menyiapkan generasi yang memiliki jiwa kepemimpinan yang berkualitas, berkarakter, berdedikasi tinggi dan bertanggung jawab. jX97WzC.