BLORASUARAMERDEKA.COM - Bupati Arief Rohman meminta madrasah terus berinovasi dalam rangka menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus di Blora.. Hal tersebut disampaikan Bupati saat menghadiri Muwada’ah dan Pelepasan Siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Khozinatul Ulum Blora, tahun ajaran 2021/2022, yang digelar di
Penggunaan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Materi Perkembangbiakan Makhluk Hidup Pada Kelas VI SDN Bongsopotro 01Articlep> Jenis penelitian yang saya teliti adalah Penelitian Tindakan Kelas PTK tentang penggunaan model pembelajaran Two Stay Two Stray untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa materi perkembangbiakan makhluk hidup pada kelas VI SDN Bongsopotro 01. Dari 15 siswa terdiri dari siswa perempuan 9 anak dan siswa laki-laki 6 anak, hanya 6 siswa 40% yang ketuntasan hasil belajarnya di atas KKM, sedangkan 9 siswa 60% ketuntasan hasil belajarnya masih di bawah KKM. Hasil data dari prasiklus hasil belajar siswa diperoleh rata-rata nilai 62 dengan ketuntasan 40 % dengan kreteria 6 anak tuntas dan 9 anak tidak tuntas. Pada penelitan siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar siswa adalah 69 dan ketuntasan belajar mencapai 73%. Sedangkan pada siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar yaitu 75 dengan ketuntasan hasil belajar mencapai 86%. Sehingga ada peningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 13 %. Nilai aktivitas siswa pada siklus I sebesar 74% masuk dalam kategori cukup aktif. Lalu pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan menjadi 81% masuk dalam kategori aktif. Aktivitas guru pada siklus I sebesar 80% masuk kategori aktif . Pada siklus II meningkat menjadi 86% dengan ketegori sangat aktif. Penelitian ini menggunakan penelitian metode kualitatif deskriptif yang terfokus pada analisis motivasi belajar siswa di masa pandemi COVID-19 yang berbantukan vid eo animasi pada pembelajaran tematik di kelas V SDN 01 Taman Kota Madiun, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi belajar siswa di masa pandemi COVID-19 berbantukan video animasi pada pembelajaran tematik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa motivasi belajar siswa di masa COVID-19 berbantukan video animasi dikatakan tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi, wawancara dan angket yang diperoleh. Hasil menunjukan bahwa siswa memiliki hasrat keinginan belajar yang tinggi, dan merasa senang jika penyampaian materi dilakukan dengan cara Pembelajaran Jarak Jauh PJJ disertai menggunakan video animasi. Representasi matematika adalah kemampuan siswa untuk menafsirkan suatu masalah dan mencari berbagai cara untuk memecahkan permasalahannya. Kata, gambar, tabel, simbol matematika, angka, benda nyata, dan bentuk representasi lainnya dapat digunakan untuk menjelaskan atau merepresentasikan matematika. Indikator representasi yang digunakan adalah representasi gambar pohon faktor, representasi simbol dengan menyusun cara konsep FPB dan KPK, dan representasi verbal yaitu membuktikan bahwa hasil FPB dapat menyelesaikan masalah. Model make a match berdampak pada representasi matematis siswa kelas 4 di SDN Bidaracina 03 Pagi. Pendekatan penelitian eksperimen kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Populasi dasar penelitian ini terdiri dari 28 siswa, dan sampling jenuh digunakan untuk pengambilan sampel. Pada penelitian ini digunakan uji Kolmogorov-Smirnov sebagai uji normalitas. Hasil uji t menunjukkan bahwa koefisien korelasi hipotesis lebih besar atau sama dengan 0,05 secara spesifik. H1 diterima sedangkan H0 ditolak. Berdasarkan informasi yang diperoleh, dapat ditarik kesimpulan bahwa representasi matematika siswa kelas IV SDN Bidaracina 03 Pagi dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran make a match. Peneliti menyarankan untuk peneliti selanjutnya adalah perlu mengimplementasikan representasi matematika dalam materi lain dan dengan model pembelajaran yang penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono metode penelitian kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme/enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, sebagai lawannya adalah eksperimen dimana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi gabungan, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. [1] Manajemen Tenaga Pendidik adalah aktivitas yang dilakukan mulai dari Tenaga Pendidik itu masuk kesuatu lembaga pendidikan dari mulai proses perencanaan SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kompensasi, penghargaan, pendidikan dan pelatihan atau pengembangan dan pemberhentian. Kegiatan manajemen tenaga pendidik adalah kegiatan merencanakan hingga pemberhentian tenaga pendidik agar tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien, sehingga tujuan pembelajaran akan menghasilkan pendidikan yang berkualitas. Secara umum penerapan manajemen Tenaga Pendidik dilaksanakan sesuai fungsi-fungsi manajemen, dan secara keseluruhan sudah baik dan berjalan secara kondusif dan efisien. Dan secara khusus Dalam fungsi-fungsi manajemen dapat disimpulkan bahwa manajemen tenaga pendidik di MI 04 rejang lebong secara teori dan praktek sudah berjalan dengan baik. Karena sudah sejalan dengan pendapat para ahli dan tenaga pendidik sudah melaksanakan tugasnya masing-masing sesuai dengan bidangnya. Manajemen mutu madrasah yang dilaksanakan pada ketiga madrasah yang menjadi subjek penelitian secara umum tidak terlepas dari komponen-komponen manajemen mutu dengan pendekatan model PDCA, penjelasan mengenai PDCA tersebut adalah sebagaimana telah disampaikan pada bagain kajian pustaka, namun pada dasarnya pada implementasinya tidak terlepas dari permasalahan sehingga dalam proses pengembangan dan atau peningkatan mutu masih perlu adanya pengembangan terutama dalam tahap operasional, untuk mencari solusi tersebut peneliti menyampaikan juga mengenai pendekatan PDCA sebagai padanan dalam mencari langkah penyelesaian dan atau pemenuhan terhadap kebutuhan penjaminan mutu pada ketiga madrasah tersebut, adapun kerangka manajemen mutu madrasah yang dilaksanakan pada ketiga madrasah tersebut adalah sebagaimana gambar di bawah ini. Strategi kepala sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di SD Muhammadiyah 0 5 RL yaitu dengan di bekali kemampuan keterampilan siswa-siswi yaitu melalui kegiatan ekstrakurikuler dan mengadakan kegiatan Boarding School , bahwa nya K epala Sekolah dalam meningkatkan kualitas mutu dalam pendidikan hendaknya terlebih dahulu mengadendakan perencanaa program sert merinci kan kebutuhan Guru serta tenaga kependidikan yang akan nantinya menjalankan apa yang menjadi tugas, perencanaan kurikulum yang nantinya dijalankan selama proses KBM , merencanakan kebijakan dalam penambahan modifikasi ma pel, membuat struktur peng organisasi an melibatkan wali dan orang tua murid melalui komite sekolah serta dibarengi per lengkap an sar ana pras arana yang nantinya di gunakan , memberi kan prilaku yang baik , tenang dalam bekerja, memberi semangat motivasi serta penghargaan terhadap bawahan baik moril maupun materil, peningkatan dalam kesejahteraan, mengikut sertakan Guru pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelatihan diklat-diklat serta memotivasi personil yang senior agar memiliki semangat life long education, mengawasi output, K BM, dan murid mulai dari proses penerimaan PPDB sampai lulus pada sekolah tersebut . Dimana ada beberapa hambatan yang dialami sekolah yaitu kurang menunjangnya sarana prasarana serta adanya personil yang masih kurang disiplin, dan kurangnya komunikasi antara kepala sekolah dengan sebagian personil. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana orang tua mengembangkat bakat dan kreativitas anak di kelurahan Paminggir, bentuk pola asuh orang tua untuk memantapkan kedudukannya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Data yang sudah didapat kemudian direduksi, didisplay dan diverifikasi untuk mendapatkan data yang valid. Untuk menjamin keabsahan data maka peneliti menggunakan triangulasi sumber data dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa d i dalam keluarga khususnya keluarga inti, terdapat beberapa komponen yang menyusunnya. Bakat dan Kreativitas anak merupakan suatu kemampuan yang penting untuk dikembangka n di berbagai elemen pendidikan. Dalam hal ini, para orangtua adalah sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak. K reati vitas adalah sebagai suatu kekuatan atau energi power yang ada dalam diri individu. Energi ini menjadi daya dorong bagi seseorang untuk melakukan sesuatu dengan cara atau untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Kreativitas anak di kelurahan Paminggir Rt 05 Kecamatan Paminggir Kota Hulu sungai Utara terbilang masih kurang atau belum tercipta, ini disebabkan perhatian dan pengawasan orang tua yang kurang dalam mengembangkan kreativitas anak-anaknya. Dapat di buktikan dengan tidak ada waktu yang cukup di berikan oleh orang tua mereka kepada anak-anaknya. Cara melestarikan kemurnian dan kesucian Al Quran adalah dengan belajar Tahfidz Al Quran. Tahfidz Al Quran harus dimulai sejak usia kanak-kanak. Karena pada usia ini mereka lebih cepat ingat dan hafal, juga dalam hal mengamalkan dan memahaminya lebih mudah tertanam di hati mereka hingga dewasa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui problematika apa saja yang timbul dalam penerapan Tahfidz Al Quran di MIN 07 Tabalong. Metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa problematika yang timbul pada penerapan kegiatan Tahfidz Al Quran di MIN 07 Tabalong yaitu masalah yang timbul dalam diri siswa itu sendiri seperti rasa malas, kurang fokus, faktor lingkungan, kurangnya motivasi, pembagian waktu, dan metode menghafal itu sendiri. Lalu ada juga problematika yang berasal dari luar diri siswa seperti seperti tenaga pengajar, fasilitas serta ketersedian waktu untuk muroja’ah. This research aims at describing the teacher's strategy for improving second-grade students' reading and writing skills at SD Negeri 100020 Simardona, Padang Lawas Utara Regency. It is descriptive qualitative research, with data collected through interviews, observations, and documentation. The followings are the findings of this research; a. the teacher's strategy to improve the second graders' reading and writing skills at SD Negeri Simardona is to read alternately at the beginning of the lesson, read together joint reading, read in front of the class, read word for word in sequence, and read their own and their classmates' writings in notebooks and on the blackboard, b. strategies for improving writing skills are by copying writing into a notebook, writing on the blackboard, writing dictation, copying writing from textbooks, and giving writing assignments at home. Penelituain ini bertujuan untuk mendeskrifsiakan 1. bagaimana kemampuan literasi numerasi, 2 pembelajaran literasi numerasi, 3. Faktor pendukung dan penghambat literasi numerasi dan 4. Solusi terhadap kendala literasi numerasi siswa kelas tinggi SD Negeri 101880 Aek Godang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah metode kualitatif jenis deskriptif dan menggunakan wawancara, obervasi sebagai teknik pengumpulan data. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut; a. P elaksanaan pembelajaran literasi numerasi pada siswa kelas 5 B SD Negeri 101880 Aek Godang Padang Lawas Utara adalah tahap perencanaan, pelaksanaan, diskusi dan latihan, dan evaluasi dan penilaian. b. faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran adalah kemampuan awal yang dimiliki guru, ketersediaan sarana dan prasarana dimiliki sekolah dan pemanfaatan lingkungan formal, non formal dan informal. c. faktor kendala yaitu belum adanya pelatihan dan sosialisasi literasi numerasi, belum terprogramnya literasi numerasi dengan baik, rendahnya daya nalar dan kritis sisiwa dan berkurangnya jumlah jam tatap muka yang disebabkan covid-19. S olusi terhadap kendala yang dialami adalah mengadakan pelatihan dan sosialisasi literasi numerik, membiasakan pelaksaan literasi numerik, menyediakan program dan sarana prasarana pembelajaran literasi numerik, memaksimalkan penggunaan media pembelajaran dan menambah jam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran kepala sekolah dalam meningkatkan perilaku organisasi di SDN 125 Rejang Lebong. Objek penelitian ini adalah SDN 125 Rejang Lebong. Informan dalam penelitian ini meliputi kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Data yang diperoleh berupa data kualitatif yang berisi deskripsi tentang hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan cara mereduksi data, menyajikan data dan menyimpulkan data sebagai hasil akhir dari penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku organisasi merupakan perilaku individu yang ada dalam suatu organisasi, dalam suatu organisasi pendidikan melibatkan banyak anggota baik sebagai guru, staf maupun karyawan, oleh sebab itu dalam organisasi memiliki perilaku individu yang berbeda-beda baik dari tingkat emosional dan intelektual mereka. Oleh sebab itu kepala sekolah berperan penting dalam mengatasi perilaku yang berbeda tersebut. Kepala SDN 125 Rejang Lebong mengambil cara dengan menugaskan karyawan dan guru sesuai dengan latar belakang pendidikan, skill, dan kemampuan mereka. Dengan begitu maka perbedaan dalam organisasi dapat terorganisir dan tidak menimbulkan konflik yang fatal bagi organisasi. Kepemimpinan merupakan hal yang paling mendasar dalam manajemen organisasi, termasuk dalam bidang pendidikan. melalui proses kepemimpinan yang baik, tujuan dan cita-cita organisasi dapat lebih mudah untuk dicapai dan diwujudkan. Artikel ini mengkaji secara konseptual proses penerapan kepemimpian dalam pendidikan Islam. Hal ini dipandang penting, sebab maju dan mundurnya kualitas pendidikan, sangat tergantung kepada sejauh mana seorang pemimpin dapat menjalankan tugas dan peran kepemimpinanya secara efektif dan efisien. Dalam tulisan ini berhasil ditemukan ,, mendasar yang membedakan antaraikepemimpinan secara umum, dengan kepemimpinan dalam pendidikan Islam. Bahwa kepemimpinan umum hanya menitikberatkan pada pertangung jawaban seorang pemimpin terhadap anggota organisasi. Namun lain halnya dalam pendidikan slam, yang memahami bahwa kepemimpinan merupakan tugas kekhalifaan yang menekankan pertangung jawaban tidak hanya kepada anggota yang dipimpinnya, tetapi juga kepada Allah swt sebagai sumber pemberi wewenang kekuasan. Artikel in berkontribusi terhadap kajian tentang peran kepemimpinan serta model kepemimpinan yang baik terhadap kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia yang baik di Indonesia Pandemi covid-19 berdampak kepada kehidupan sehari-hari termasuk dalam pembelajaran sekolah, Kurikulum darurat yang keluarkan pada tanggal 18 Mei 2020 merupakan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku. Dalam penerapannya terdapat temuan-temuan yang menarik seperti kebingungan guru di awal pembelajaran untuk menentukan aplikasi e-learning yang digunakan, dan berbagai kendala dalam pembelajaran dan penilaian. B agaimana penerapan kurikulum darurat masa pandemi covid-19 pada pembelajaran tematik kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 14 Banjar, dan apa kendala-kendala yang dihadapi Guru Tematik kelas 1 pada penerapan kurikulum darurat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 14 Banjar. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penyusun berusaha untuk menjelaskan keadaan yang telah ada dengan tujuan menemukan fakta. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan dianalisis dengan menggunakan metode berpikir induktif. Penerapan kurikulum darurat masa pandemi Covid-19 pada Pembelajaran Tematik kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Negeri 14 Banjar sudah berjalan dengan baik, hal ini terlihat dengan guru sudah menaati prinsip kurikulum darurat, guru mengembangkan materi ajar, guru menggunakan sumber belajar, guru memanfaatkan media, dan pengelolaan kelas daring yang baik dalam menggunakan Whatsapp serta komunikasi dengan orang tua baik. Kendala-kendala yang dihadapi guru tematik kelas 1 pada penerapan kurikulum darurat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 14 Banjar ialah dalam memilih dan menerapkan metode dan model pembelajaran, tidak bisa komunikasi secara langsung dengan siswa, dan dalam administrasi ialah absen namun permasalahan tersebut dapat diatasi guru. This study aims to determine the implementation of PKN learning assessment in the pandemic period in Class IV of Al-Fauzi Elementary School. This study is a qualitative descriptive study with the research subject of grade IV-A teacher of SDIT Al-Fauzi. Research data were obtained through interview techniques and documentation techniques. Then the data were analysed to get an overview of the implementation of PKN learning assessments in pandemic times. Based on research results showing the performance of PKN learning assessment in the pandemic period in Class IV of Al-Fauzi Elementary School conducted online through WhatsApp and face-to-face through home visit application. PKN learning assessment activities are carried out by giving questions in the form of objective tests, multiple-choice tests and essay tests, to students who are then conducted assessments by teachers. The impediment to the implementation of PKN learning assessment in pandemic times is that the mobile phone used by the teacher had experienced errors due to a large number of photos of students' assignments to be assessed. dari t tabel sebesar 2,021 Df ke 40 atau nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,074 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05, maka dapat dinyatakan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan bahwa metode problem solving efektif digunakan pada mata pelajaran matematika pokok bahasan bangun Pembelajaran Qur’an Di Masa Pandemi Covid-19 Di Madrasah Ibtidayah Darussalim Bati BatiArticlep>Pada penelitian ini dengan bertujuan memahami Implmentasi Pembelajaran Qur’an di masa Pandemi Covid-19 di Madrasah Ibtidayah Darussalim Bati Bati serta mendeskripsikan apa saja Faktor yang mempengaruhi Implementasi Pembelajaran Qur’an di masa Pandemi Covid-19 di Madrasah Ibtidayah Darussalim Bati Bati. Penelitian ini memakai Kualittatif deskriptif dengan pendekatan Study kasus subjek Pembelajaran Qur’an, Koordinator Pembelajaran Al-Qur’an, Kepala Sekolah dan Wali kelas. Data yang dikumpulkan hal ini melewati hasil Observasi, Wawancara dan Dokumentasi, kemudian analisis data yang dipakai reduksi data,display, dan penarikan kesimpulan. Peneliti memakai trianggulassi sumber untuk mendapatkan keabsahan data. Berlandaskan hasil penelitian bisa disimpulkan maka Implementasi pembelajaran Qur’an di masa pandemi Covid-19 di MI Darussalim Bati-Bati dilakukan dengan beberapa kali perubahan 1 Perencanaan pembelajaran Qur’an di masa pandemi covid-19 dimulai dari perencanaan pembelajaran I online, perencanaan pembelajaran II online dan tatap muka dan perencanaan pembelajaran III tatap muka 2 Pelaksanaan pembelajaran Qur’an di masa pandemi covid-19 ada tiga kali pelaksanaan yaitu pelaksanaan I dilakukan dengan online, pelaksanaan pembelajaran II dilakukan dengan Online dan tatap muka 1 minggu sekali dan pelaksanaan pembelajaran dilakukan III dilakukan dengan Tatap muka, 3 Evaluasi pembelajaran Qur’an di masa pandemi covid-19 dilakukan evaluasi pembelajaran I dilakukan dengan evaluasi Pembelajaran online melewati pengiriman Video/rekaman suara, evaluasi pembelajaran II evalusi pembelajaran Qur’an dilakukan dengan online dan tatap muka dengan cara tatap muka atau hadir ke sekolah dan evaluasi III dilakukan dengan tatap muka. Yang mempengaruhi Implementasi Pembelajaran Qur’an di masa pandemi Covid-19 di MI Darussalim Bati-Bati yaitu1 kebijakan dari pemerintah 2 Jaringan yang buruk 3 tanggapan dari guru 4 tanggapan dari orang tua siswa. Kemandirian belajar penting bagi peserta didik, terutama pada saat pembelajaran dilaksanakan secara daring. Pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya . Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran bagaimana kemandirian belajar anak yang melakukan pembelajaran daring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode slr systematic literature review. Pengumpulan data dilakukan dengan mendokumentasi serta mereview artikel jurnal atau buku mengenai kemandirian belajar siswa dalam pembelajaran daring masa pandemi covid-19. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini kurang lebih 15 referensi. Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan bahwa kemampuan kemandirian belajar siswa sangat diperlukan di dalam pembelajaran daring, karena memiliki pengaruh positif bagi siswa dalam pembelajaran. Pembelajaran ini menuntut siswa untuk lebih proaktif dalam mencari materi pendukung aktivitas belajar, mengambil keputusan yang tepat, bertanggung jawab atas aktivitas yang dilakukan dalam pembelajaran. Pendahuluan COVID-19 yang menginfeksi anak-anak hanya menunjukkan gejala infeksi virus musiman seperti flu, batuk, dan demam sehingga sering diabaikan oleh orangtua. Sejak dini anak-anak harus mulai diperkenalkan pada rasa tanggungjawab dan rasa peduli terhadap lingkungan dan diri sendiri terlebih dalam masa darurat pandemi di mana anak-anak adalah kelompok usia yang rentan tertular. Ketepatan memilih metode Pendidikan Kesehatan akan meningkatkan pemahaman konsep yang di berikan dan kreativitas peserta. Tujuan Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas media audiovisual terhadap kepatuhan pelaksanaan protocol Kesehatan pencegahan covid-19 pada siswa sekolah dasar Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan one group only pretest-posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 orang. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisis data dalam penelitian ini adalah Wilcoxon test. Hasil Hasil uji statistic menunjukan p-value menunjukan Covid 19 memberi pengaruh besar terhadap percepatan adaptasi digital dunia pendidikan dengan gencarnya pembelajaran daring, namun berdampak negatif setelah berlangsung selama 1 tahun lebih dengan terlihatnya anak kelas 2 dan 3 SD sederajat yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung yang sebenarnya harus dikuasai anak saat masih di kelas 1 SD, begitu juga halnya di kelas selanjutnya dan jenjang pendidikan SMP dan SMA yang mana hampir semua siswa belum menguasai pelajaran yang dibahas pada jenjang kelas dibawahnya, sehingga Pondok Pesantren Anwararul Hasaniyyah Anwaha membuat model kelas sebagai gerak cepat penanganan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1 mengetahui penerapan metode problem posing untuk memecahkan soal cerita yang mengandung operasi, 2 mengetahui apakah metode problem posing berpengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan soal cerita yang mengandung operasi bilangan di SD Negeri 200010 Simardona. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara yang mendalam dan analisis data dengan editing data, reduksi data, deskripsi data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan analisi statistik adalah dengan menggunakan program windows SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Penerapan metode problem posing dengan tipe presolution posing dalam proses pembelajaran di SD Negeri 200010 Simardona sebagai berikut a membuka pembelajaran dengan baik, b menjelaskan langkah-langkah metode problem posing dalam memecahkan soal cerita dengan memberikan contoh, c memberikan kesempatan kepada siswa menanyakan hal-hal yang belum dipahami, d memfasilitasi kegiatan belajar siswa dengan memberikan Lembar Kerja Pengajuan Masalah LKPM, e mengarahkan dan membimbing siswa dalam menyusun kalimat sederhana menjadi kalimat tanya, pengajuan soal dan cara penyelesaiannya, f mengarahkan siswa untuk mengajukan soal yang dibentuknya sendiri untuk dijawab siswa lain, g mengarahkan dan membimbing beberapa siswa untuk menanggapi dan menjawab pertanyaan yang diajukan siswa, h melakukan umpan balik dan tanggapan terhadap pengajuan masalah yang telah dilakukan, i melakukan tanya jawab tentang kesulitan-kesulitan siswa dalam mengajukan masalah, j menutup pembelajaran dengan baik. 2 Metode problem posing berpengaruh positif terhadap kemampuan siswa dalam memecahkan soal cerita yang mengandung operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan di SD Negeri 200010 Simardona dipengaruhi metode problem posing adalah sebesar 28% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya sebesar 72%. Kurikulum 2013 di MI merupakan bagian dari perkembangan kurikulum yang dicanangkan oleh pemerintah, sebagian besar MI menerapkan kurikulum 2013 dalam kegiatan belajar mengajarnya, tetapi masih banyak Madrasah yang belum menerapkannya, penerapan ini pun bukan serta merta penyelarasan dari kemauan pemerintah yang dalam artian Kementerian Pendidikan Nasional, tetapi memang karena melihat dari muatan kurikulum yang memadukan berbagai perkembangan dan perubahan dari kurikulum-kurikulum terdahulu, sehingga kurikulum 2013 ini dirasa tepat untuk mengembangkan karakter anak didik yang saat ini terlihat memprihatinkan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif .Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tak berstruktur, Adapun informan penelitian adalah guru bahasa di MI. Setelah data diperoleh kemudian data di analisis kemudian beberapa tambahan dari peneliti. Dalam penelitian ini peneliti menemukan beberapa hasil penelitian yaitu Pertama, Penilaian dengan kurikulum 2013 merupakan penilaian terbaik saat ini dikarenakan lengkapnya penilaian untuk anak Penilaian dengan kurikulum 2013 memberatkan guru, karena penilaian yang begitu banyak dan sangat membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih banyak agar penilaian benar-benar Penilaian menggunakan kurikulum 2013 diharapkan lebih bisa dirampingkan mengingat seorang guru juga mempunyai kesibukan di luar dari guru masih banyak yang belum menguasai sehingga penilaian tidak pembelajaran lebih mudah karena berbagai perangkat sudah disediakan oleh Pemerintah. Tujuan penelitian adalah u ntuk mengetahui 1 deskripsi hasil pembelajaran kelas kontrol tanpa penggunaan model pembelajaran SAVI berbantuan media audio visual dalam meningkatkan kemampuan menulis cerita fiksi siswa kelas IV ; 2 deskripsi p engaruh model pembelajaran SAVI berbantuan media audiovisual terhadap kemampuan menulis cerita fiksi pada siswa kelas IV. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian pretest dan posttest control group design atau disebut dengan true experimenteal design eksperimen murni. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 46 orang, yang terdiri dari 23 orang kelas kontrol dan 23 orang kelas eksperimen. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu tes hasil belajar untuk mengukur keterampilan menulis, dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan yaitu pendekatan statistik deskriptif dan analisis inferensial, uji hipotesis, dan uji N-Gain. Hasil penelitian yang didapatkan pada pembelajaran tanpa menggunakan model SAVI adalah tidak mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata pretest 61 dan setelah diberikan postest hanya mendapatkan nilai rata-rata 65. Pada kelas yang menggunakan model pembeljaran SAVI mengalami peningkatan dengan nilai pretest 60 meningkat menjadi 86. Uji hipotesis dengan menggunakan uji Paired sampel test menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen sebelum dan setelah diberikan perlakukan. Maka dapat diperoleh nilai Sig.2 tailed = 0,000 o ditolak dan H1 diterima. Jadi, penggunaan model pembelajaran SAVI berpengaruhterhadapkemampuan menulis cerita fiksi cerita fiksi pada siswa kelas IV SD Negeri Gugus 21 Wilayah IV Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng. Penelitian ini dilakukan karena fenomena beberapa orang guru Bahasa Inggris di Rayon 3 Kabupaten Siak jarang menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi TIK untuk kebutuhan mengajar dikelas. Guru-guru tersebut lebih fokus pada penggunaan buku pegangan/ referensi dan jarang memanfaatkan internet untuk mendapatkan materi ajar pendukung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran kesiapan guru dalam penggunan aplikasi dasar TIK untuk proses pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah 49 guru Bahasa Inggris dari berbagai jenjang, mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, yang tergabung dalam kelompok guru Bahasa Inggris Rayon 3, dari tiga kecamatan yakni, Minas, Tualang dan Kandis, di Kabupaten Siak, Propinsi Riau. Metode penelitian ini adalah survei dan menggunakan desain cross-sectional , Instrumen penelitian menggunakan angket berisi 12 pertanyaan, yang tujuh diantaranya adalah pertanyaan inti tentang persepsi penguasaan aplikasi Office word, excel , dan powerpoint dan persepsi kemampuan penggunaan internet untuk browsing , email , social media , blog . Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai mean berada pada angka Untuk nilai modus dan nilai tengah median berada pada angka yang sama yakni Untuk komponen nilai variabilitas, ditemukan bahwa standar devisi relatif tinggi yakni nilai varian 5, dan rentang nilai minimum dan maksimum berada pada angka 1-4. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan kesiapan guru didalam penggunaan TIK berada pada level “cukup” dan “baik.” Mengacu pada hasil temuan, guru-guru senior perlu memperoleh pendampingan didalam penggunaan TIK agar mereka mampu dan siap didalam penggunan berbagai media TIK untuk menghadapi tantangan pembelajaran pada abad 21. Pendidikan sebagai suatu hal utama dalam membangun peradaban manusia. Hal ini erat kaitannya dengan perkembangan teknologi informasi. Era smart society menjadi fakta bahwa kedua hal tersebut telah melebur menjadi suatu sistem yang mengikat. Cara berpikir, sikap, dan keterampilan menjadi fokus utama pendidikan untuk menciptakan peserta didik yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Penilaian sebagai salah satu tahap untuk mengetahui capaian peserta didik baik kognitif, afektif, maupun psikomotorik selalu terjadi selama evaluasi pendidikan masih dilakukan. Penilaian berbasis HOTS dalam kajian ini terbukti menghasilkan capaian yang diperlukan peserta dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam mecapai HOTS sangat penting bagi pendidik pula dalam memahami konsep pengembangan penilaian instrumen tes, salah satunya yaitu penilaian berbasis HOTS Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas PTK, bertujuan untuk mengukur besar peningkatan hasil belajar peserta didik menggunakan media video ini dilaksanakan di SD Inpres 10/73 Tanete, Kecamatan Cina Tahun Ajaran 2021/2022 pada bulan November 2021 dan diselenggarakan di kelas IV SD Inpres 10/73 Tanete yang terdiri dari 15 dari 30 siswa. Subjek penelitian 15 peserta didik mengacu pada kebijakan sekolah dikarenakan adanya pembagian kelas menjadi 2 kelompok saat memasuki masa new normal. Teknik pengumpulan data menggunakan instrument tes dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik pada siklus I rata-ratanya sebesar 78,7 dengan persentase keberhasilan peserta didik sebesar 86,6% meningkat pada siklus II dengan ratarata hasil belajar sebesar 88,6 dengan persentase keberhasilan 93,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IVB SD Inpres 10/73 Tanete sebesar 9,9%. The purpose of the study is to test how science learning can measure the congenital development of early childhood. So from these problems, researchers need to know whether the implementation of science-based learning has an effect and can improve early childhood cognitive development in RA Nurul Yasin, Kudus Regency. The sample of this study was 17 early childhood children in RA Nurul Yasin, Mejobo District, Kudus Regency in 2022. The design of experimental research was explored using activity experiments with observations. The analysis used is the analysis of different tests before and after the experiment. The results showed that there was an influence of 0. 411 with a sig of This indicates an increase in the ability of cognitive abilities after being given treatment. Kasus kekerasan pada anak di Aceh meningkat secara signifikan setiap tahunnya baik kekerasan fisik maupun seksual. Penanganan pemerintah daerah Aceh menjadi sorotan bagaimana kinerja dan peraturan yang diterapkan untuk menekan laju kasus kekerasan anak di daerah tersebut. Aceh dengan regulasi khususnya menerapkan Qanun sebagai sumber hukum untuk penanganan setiap permasalahan termasuk perlindungan anak. Namun peraturan Qanun menimbulkan beberapa kebingungan karena dianggap memberikan hukuman yang relatif rendah untuk kejahatan kekerasan pada anak. Lebih lanjut penulisan ini akan melihat bagaimana implementasi Qanun tersebut sebagai peraturan yang juga memiliki andil besar Aceh. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan metode pendekatan deskriptif analitik untuk menganalisis permasalahan yang diangkat. Penulis akan menganalisis keberhasilan Qanun dengan berfokus kepada penanganan kasus perlindungan kekerasan anak oleh pemerintah daerah setempat,untuk mengetahui bagaimana peran Qanun apakah menyelesaikan kasus kekerasan psikis, fisik dan seksual pada anak di Aceh. This research formulates the problem of The Influence of Parents in Increasing Learning Motivation Towards Student Achievement Children At Mts Miftahul Ulum, Research is carried out at Madrasah Tsanawiyah MTs Miftahul Ulum Cikarang Bekasi which amounted to 33 students who were designated as members of the population who were also sample members after the withdrawal of samples with saturated sampling techniques, so that data was obtained using instruments for analysis with inferential statistical techniques correlational effectiveness test. As for the students numbered 135 students for the entire population, but the authors only took samples from class a sample. The results showed that parents' motivation for their children was the highest accumulated data by of respondents choosing categories often, so it can be concluded that students generally claim that their parents' motivation is very high in fostering their children. Student learning achievement was obtained an average of which if interpreted according to the average categorization table of student grades then contained in the high category. Thus, H0 was rejected and H1 was accepted which means that parental motivation has a significant effect on student achievement in English in Madrasah Tsanawiyah MTs Miftahul Ulum Cikarang Bekasi. Tujuan penelitian ini yaitu ; 1 Mengetahui desain produk video animasi sebagai media edukasi adab bersosial media pada kelas IV; 2 Mengetahui gambaran produk video animasi sebagai media edukasi adab bersosial media pada kelas IV; 3 Mengetahui respon ahli terhadap desain video animasi sebagai media edukasi adab bersosial media pada kelas IV. Metode penelitian ini menggunakan model Design and Development D&D. Populasi penelitian ini yaitu kelas IV SDN Sukakerta yang terdiri dari 24 siswa dan seorang wali kelas IV. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket siswa dan angket guru. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga aspek yang diteliti yaitu aspek desain, aspek materi, dan aspek akses 1 Dalam aspek desain produk video animasi yang dibuat menurut siswa termasuk kategori baik dengan persentase sebesar 74,58% dan menurut guru termasuk kategori sangat baik dengan persentase sebesar 82,5%; 2 Dalam video animasi aspek materi menurut siswa termasuk kategori sangat baik dengan persentase sebesar 75,84% dan guru termasuk kategori baik dengan persentase sebesar 65%, sedangkan aspek akses menurut siswa termasuk kategori baik dengan persentase sebesar 83,95% dan guru termasuk kategori sangat baik dengan persentase sebesar 75%. Sehingga, hasil penelitian menggunakan angket siswa menghasilkan kategori sangat baik dan angket guru menghasilkan kategori baik. Jadi, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan video animasi dapat digunakan sebagai media edukasi dalam mengenalkan adab bersosial media pada siswa kelas IV. Tujuan pada penelitian ini agar dapat diketahui pendidikan karakter didalam kitab adabul alim wa mutaalim karya KH Hasyim Asy’ari terhadap anak tunarungu dengan memperhatikan ketercapaian tujuh nilai yang terkandung didalam pendidian karakter bagi guru untuk anak tunarungu dan pendidikan karakter bagi anak tunarungu. Perkembangan zaman menyebabkan meningkatnya degradasi moral sehingga dapat menghambat pembangunan dan menjadi persoalan dalam ketercapaian cita-cita bangsa. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diambil dengan wawancara tersruktur dan tidak terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis datanya menggunakan acuan Miles dan Huberman, ialah mereduksi, menampilkan dan membuat kesimpulan data. Data yang diperoleh diuji keabsahan nya dengan menggunakan teknik triangulasi data . Hasil penelitian ini adalah dari ketujuh aspek nilai religius, sabar, qonaah, disiplin, tawadhu, toleransi dan kerja keras ditinjau dari pendidikan karakter bagi guru untuk anak tunarungu dapat tercapai dengan baik sedangkan pada pendidikan karakter bagi anak tunarungu ada lima aspek yang tercapai yaitu nilai religius, sabar, qonaah, toleransi dan kerja keras kemudian yang belum tercapai dengan optimal adalah aspek nilai disiplin dan tawadhu. Pendidikan Karakter Religius melalui Pembelajaran IPA sangat Penting dilakukan dalam Proses Pembelajaran serta dalam proses Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran IPA, kegiatan belajar berlangsung terutama dalam karakter religius, sekolah dasar adalah pondasi utama dalam pendidikan maka dari itu pendidikan karakter religius melalui pelajaran IPA sangat di butuhkan. Tujuan yang akan dilakukan pada penelitian ini adalah memberikan gambaran Pendidikan karakter religius di SD Muhammadiyah 1 Cisalak,serta pendidikan karakter kepada peserta didik ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini menguraikan data dengan situasi yang sedang terjadi. Dalam penelitian ini teknik yang digunakan antara lain sebagai berikut Observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada komponen RPP yang terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, karakter yang muncul ialah religius, logis, kritis, memecahkan masalah, peduli lingkungan, percaya diri, kreatif, jujur, rasa ingin tahu, cinta ilmu pengetahuan, bertanggung jawab, menghargai perbedaan pendapat, dan gemar membaca. Pelaksanaan pembelajaran yang dianalisis terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada Pelaksanaan pembelajaran komponen karakter yang muncul ialah rasa ingin tahu, cinta ilmu pengetahuan, logis, disiplin, kritis, kreatif, percaya diri, menghargai perbedaan pendapat, jujur, peduli lingkungan, bertanggungjawab, mandiri, religius, memecahkan masalah, mampu berkarya, dan gemar membaca. Pada evaluasi pembelajaran komponen karakter yang paling sering muncul pada siswa adalah jujur, religius, menghargai perbedaan pendapat, mampu berkarya, percaya diri, bertanggung jawab, disiplin, cinta ilmu pengetahuan, kreatif, memecahkan masalah, ingin tahu, dan logis, gemar membaca, mandiri, peduli lingkungan, dan kritis. Pemanfaatan teknologi sebagai pendukung pembelajaran dirasa masih kurang terutama pada mata pelajaran agama Islam di SD. Kemajuan teknologi menghadirkan permasalahan yang menyangkut akhlak terpuji yang semakin hilang. Sehingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran agama Islam perlu dihadirkan, salah satunya melalui penggunaan EMODI E-Modul Interaktif materi akhlak terpuji di kelas 6 SD. Penelitian ini menggunakan model Design and Development D&D atau desain dan pengembangan, dengan prosedur penelitian menurut Peffers, dkk, yaitu Identify the problem motivating the research, Describe the objectives, Design and develop the artifact, Subject the artifact to testing, Evaluate the results of testing, and Communicate those results. Hasil dari penelitian ini berdasarkan sudut pandang dari 8 guru dan 10 siswa sebagai pengguna atau ahli lapangan. Produk ini mendapatkan kategori “sangat baik” berdasarkan data yang telah dikumpulkan melalui google form. Sehingga penggunaan EMODI dapat dinyatakan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi akhlak terpuji di kelas 6. Tujuan penelitian ini mengkaji tentang pentingnya guru Pendidikan Agama Islam PAI dalam mengelola pembelajaran di kelas, khususnya pembelajaran fiqih di sekolah dan madrasah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Metode studi kepustakaan adalah metode pengumpulan beberapa data yang diperoleh melalui catatan, karya, atau gambar. Dengan demikian, pembahasan atau data yang diperoleh merupakan hasil eksplorasi dari beberapa sumber bacaan yang relevan. Hal ini merupakan upaya, tindakan, dan metode yang dilakukan oleh guru PAI dalam mewujudkan pembelajaran fiqih yang dinamis dan menarik. Pengelolaan pembelajaran fiqih sangatlah penting. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memahami materi fikih yang sarat akan pemikiran ulama/ahli, pandangan mazhab, dan tata cara ibadah yang baik dan benar. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran fiqih di sekolah dan madrasah perlu hadir dengan menggunakan pendekatan kontekstual yang berkaitan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan menggunakan berbagai metode, seperti metode ceramah, metode tanya jawab, metode dasar, metode resitasi, dan metode drill. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pengelolaan pembelajaran fikih di sekolah dan madrasah terdiri dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Tujuan penelitiannya untuk mendeskripsikan dampak pembelajaran daring terhadap penguasaan konsep PAI siswa dan karakter kedisiplinan siswa di MTs Darul Falah Sumbergempol Tulungagung. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket digunakan untuk mengetahui kedisiplinan siswa dan tes untuk mengetahui pengetahuan konsep IPA. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif Menggunakan kurva normal ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep PAI siswa berada pada kategori sedang. Kedisiplinan belajar siswa masuk dalam kategori tinggi. Hal ini karena siswa berada pada kategori tinggi disebabkan siswa menaati tata tertib sekolah, mempunyai waktu belajar yang teratur dan menyelesaikan tugas tepat ini membahas pengembangan aplikasi Shofun Salat is Fun sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam PAI pada materi salat di Sekolah Dasar SD menggunakan metode Design & Development. Aplikasi Shofun Salat is Fun dikembangkan sebagai alternatif dalam pembelajaran salat yang menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak SD. Metode Design & Development digunakan dalam pengembangan aplikasi ini dengan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan evaluasi. Analisis kebutuhan dilakukan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara dengan guru PAI dan siswa SD. Perancangan aplikasi dilakukan dengan memperhatikan aspek tampilan, fitur, dan interaksi pengguna. Pengembangan aplikasi dilakukan melalui tahap implementasi dan pengujian untuk memastikan aplikasi dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada guru dan siswa untuk mengetahui keefektifan dan kepuasan pengguna. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi Shofun Salat is Fun dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang salat dan dapat membantu guru dalam penyampaian materi. Selain itu, aplikasi Shofun Salat is Fun juga mendapatkan respon positif dari pengguna, baik dari guru maupun siswa. Oleh karena itu, aplikasi Shofun Salat is Fun dapat menjadi alternatif yang baik dalam pembelajaran PAI pada materi salat di SD khusunya di tingkat kelas 2. Peran negara dalam proses pendidikan secara umum sangat mempunyai keterikatan antara keduanya. Kebijakan yang dikeluarkan oleh negara terkait tata kelola pendidikan, sumber daya manusia, kurikulum bahkan sampai prosesnya pun tidak lepas dari apa yang sudah dirancang oleh para elite pemerintahan di sebuah negara. Amerika Serikat yang selama ini dipandang sebagai pusat “dekadensi” moral, dengan segala problematika sosial, masyarakat dan ekonominya, ternyata juga mempunyai sisi lain yang patut untuk dijadikan contoh bagi bagaimana cara mengelola lembaga pendidikan yang baik. Selain itu, sejarah masuknya Islam dan perkembangan Islam di Amerika Serikat mengungkapkan sisi lain dari negara adidaya tersebut yang sangat menarik untuk dipelajari. Fakta-fakta ini memungkinkan untuk memandang secara berbeda dan menjadikan Amerika Serikat sebagai wilayah dakwah yang harus diteruskan diusahakan. Artikel ini merupakan hasil dari telaah peneliti terhadap sumber-sumber tertulis maupun film dokumenter yang berkaitan dengan objek kajian. Setelah semua data yang diperlukan terkumpul, peneliti menganalisis data tersebut dengan menggunakan content analysis sehingga diperoleh gambaran dan uraian bagaimana sistem pendidikan Islam di Amerika SerikatPenelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pembudayaan nilai ajaran agama islam dalam membentuk karakter peserta didik di SD 20 kabupaten pasaman barat. Penelitian ini dilakukan di SD 20 kabupaten pasaman barat. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan field research peneliti mengumpulkan data dengan observasi dan wawancara bagaimana pengaruh pembudayaan nilai ajaran agama islam terhadap karakter peserta didik di SD 20 kabupaten pasaman barat. Pembudayaan nilai ajaran agama islam terlihat dari kegiatan pembacaan asmaul husna saat baris di depan kelas guna menanamkan nilai tauhid bagi peserta didik, peraturan sekolah untuk memakai pakaian menutup aurat, pada saat pembelajaran dilakukan maka peserta didik membaca al-quran sebelum pembelajaran maka pembudayaan nilai ajaran agama islam ini berpengaruh terhadap karakter peserta didik sehingga mereka lebih berkarakter islami dan terbiasa melakukan kesalehan didalam kehidupannya. Kesimpulannya adalah pengaruh pembudayaan nilai ajaran agama islam terhadap karakter peserta didik di SD 20 kabupaten pasaman barat terlihat dari karakter peserta didik yang terbiasa bertatakrama dan bersopan santun baik terhadap guru dan peserta didik penelitian ini adalah 1 Mendeskripsikan spesifikasi produk bahan ajar komikkelas III yang di kembangkan di MIN 1 Palembang. 2 mendeskripsikan penggunaan produk bahan ajar komikkelas III yang di kembangkan di MIN 1 Palembang. 3 Menguji kelayakan bahan ajar komikkelas III yang di kembangkan di MIN 1 bahan ajar komikini menggunakan model pengembangan ADDIE Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation . Validasi produk diberikan kepada ahli isi/materi, desain, dan bahasa. Uji coba produk dilakukan dengan uji lapangan kepada guru dan siswa. Langkah pokok pada penelitian ini adalah analisis kondisi awal, pengembangan rancangan bahan ajar, pembuatan bahan ajar, dan penilaian bahan ajar. Teknik pengumpul data yang digunakan meliputi angket dan tes hasil belajar. Hasil pengembangan ini adalah sebagai berikut 1 spesifikasi bahah ajar komikbentuk cetak menggunakan kertas art paper , terdiri dari 47 halaman 2 penggunaan bahan ajar komiksebagai bahan ajar penunjang pembelajaran tematik yang menarik dan menyenangkan dikelas yang tersaji sesuai dengan materi tematik kelas III MI.3 kelayakan bahan ajar ceritabergambar ditunjukkan dengan tingkat validasi ahli isi/materi presentase 77%, ahli desain presentase 83% dan ahli bahasa presentase 84% kriteria sangat valid dan layak digunakan. Tingkat keterterapan/kemudahan guru presentase 92%, 84%, 86%, dan 94% masing-masing dengan kriteria sangat baik. Tingkat keterterapan/kemudahan siswa presentase 91,8% dengan kriteria sangat baik. Tingkat kemenarikan presentase 93% kriteria sangat menarik. Bahan ajar komikini dapat meningkatkan hasil belajar siswa rata-rata dari kelas eksperimen 94,3 dan kelas kontrol 75,6. Pada uji-T menggunakan rumus uji t-tes berpasangan thitung ≥ ttabel yaitu 13,0 ≥ 2,05. H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar dengan menggunakan bahan ajar komik dengan hasil belajar yang tidak menggunakan Bahan Ajar Berbasis Komik kelas III di MIN1 Palembang. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, walaupun mengalami perubahan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana integrasi pendidikan akhlak dalam pembelajaran sejarah budaya Islam pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta Salamah Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan model integrasi sejarah budaya Islam dengan pendidikan akhlak dalam pembelajaran Sejarah Budaya Islam. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang digaris bawahi dalam melaksanakan pendidikan akhlak dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Temuan terkait fenomena tersebut yaitu 1 Wali kelas IV MIS Salamah Kota Jambi yang diteliti telah menerapkan integrasi pendidikan akhlak dengan meneladani akhlak mulia Nabi dalam pembelajaran SKI; 2 Guru yang menerapkan integrasi SKI dengan Pendidikan Moral menyesuaikan dengan materi yang dipelajari; 3 Keuntungan mengintegrasikan pendidikan akhlak dalam sistem pembelajaran SKI dapat menanamkan kejujuran, membentuk kebiasaan yang baik, dan berakhlak mulia. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka sangat penting untuk mengintegrasikan konsep Sejarah Kebudayaan Islam dengan Pendidikan Akhlak sebagai cara pembentukan akhlak mulia bagi generasi bangsa. Problematika yang terjadi dalam kehidupan bermasyarak, kebanyakan mengenai permasalahan anak yang menunjukan hal-hal yang kurang pantas dilakukan ataupun diucapakan. Adanya pergaulan yang tidak dikontrol menjadi salah satu penyebabnya, namun dengan adanya Taman Pendidikan Al-Quran anak lebih bisa mengontrol pergaulan dengan adanya pembiasaan yang baik dan penanaman sikap sopan santun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembinaan karakter anak melalui taman pendidikan Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di Masjid Madinatul Mukminin. Upaya yang dilakukan para pendidik ustad/ustadzah dalam pembentukan akhlak peserta didik antara lain 1 Belajar membaca al-qur’an dan menghafal surat-surat pendek, 2 hafalan do’a sehari-hari, 3 praktek sholat, 4 Membiasakan mengucapkan salam ketika masuk dan keluar kelas, dan 5 menceritakan kisah-kisah teladan. ContohJanji Allah dalam surah al-Furqan ayat 16 yang artinya: siswa diharapkan bisa memahami dan mengaplikasikan ilmu tajwid tersebut dalam membaca Al-Qur’an sehari hari. Siswa bisa mempraktekkan membaca Al-Qur’an dengan fasih dan benar. Bina Belajar Al-Qur’an Hadits untuk Madrasah Ibtidaiyah Kelas III, Jakarta, Erlangga hal. 37 Penanaman Nilai-Nilai Akhlak Berbasis Kegiatan Sunnah Rasululllah Di Sekolah DasarArticlep style="text-align justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai akhlak berbasis sunah rasulullah di SD IT Sahabat Qur’an. Penelitian ini mengunakan penelitian kulitatif dengan pendekatan deskriptif analitis, data penelitian didapatkan dari observasi, dan wawancara. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 3 guru kelas dan guru pendamping. Hasil informasi dari informan melalui tahapan analisis reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penanaman nilai-nilai akhlak berbasis kegiatan sunnah rasulullah melalui 5 kegiatan yaitu 1penguatan akidah yang bersumber dari ajaran Allah SWT, 2pembiasan shalat sunah dhuda, qobliyah, badiyah, dan shalat wajib zuhur dan ashar yang dilaksankan dengan berjamaah, 3kegiatan tahsin dan tahfiz yang telah ditentukan kegiatannya sesuai jadwal, 4pakaian yang sesuai dengan syariat islam dan pemisahan ruang kelas laki-laki dan perempuan, 5akhlak dan abad islam yang dilakukan berdasarkan sunnah rasulullah. Problematika yang terjadi dalam kehidupan bermasyarak, kebanyakan mengenai permasalahan anak yang menunjukan hal-hal yang kurang pantas dilakukan ataupun diucapakan. Adanya pergaulan yang tidak dikontrol menjadi salah satu penyebabnya, namun dengan adanya Taman Pendidikan Al-Quran anak lebih bisa mengontrol pergaulan dengan adanya pembiasaan yang baik dan penanaman sikap sopan santun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pembinaan karakter anak melalui taman pendidikan Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dilakukan di Masjid Madinatul Mukminin. Upaya yang dilakukan para pendidik ustad/ustadzah dalam pembentukan akhlak peserta didik antara lain 1 Belajar membaca al-qur’an dan menghafal surat-surat pendek, 2 hafalan do’a sehari-hari, 3 praktek sholat, 4 Membiasakan mengucapkan salam ketika masuk dan keluar kelas, dan 5 menceritakan kisah-kisah teladan. Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, walaupun mengalami perubahan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana integrasi pendidikan akhlak dalam pembelajaran sejarah budaya Islam pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Swasta Salamah Kota Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan model integrasi sejarah budaya Islam dengan pendidikan akhlak dalam pembelajaran Sejarah Budaya Islam. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa hal yang digaris bawahi dalam melaksanakan pendidikan akhlak dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Temuan terkait fenomena tersebut yaitu 1 Wali kelas IV MIS Salamah Kota Jambi yang diteliti telah menerapkan integrasi pendidikan akhlak dengan meneladani akhlak mulia Nabi dalam pembelajaran SKI; 2 Guru yang menerapkan integrasi SKI dengan Pendidikan Moral menyesuaikan dengan materi yang dipelajari; 3 Keuntungan mengintegrasikan pendidikan akhlak dalam sistem pembelajaran SKI dapat menanamkan kejujuran, membentuk kebiasaan yang baik, dan berakhlak mulia. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka sangat penting untuk mengintegrasikan konsep Sejarah Kebudayaan Islam dengan Pendidikan Akhlak sebagai cara pembentukan akhlak mulia bagi generasi bangsa. Pendidikan akhlak merupakan kondisi jiwa dan pikiran pada seseorang yang menimbulkan terjadinya tindakan yang tidak direncanakan, banyak sekali akhlak yang sudah luntur disebabkan oleh berbagai faktor dan berbagai tantangan yang harus dihadapi pada zaman modern sekarang ini. Salah satu tantangan yang harus dihadapi yaitu krisis moral dan akhlak pada siswa, penggunaan media sosial merupakan salah satu isu yang menjadi pemicu rusaknya akhlak terutama pada siswa usia Sekolah Dasar. Hal tersebut menjadi masalah yang cukup serius dan akan menghancurkan masa depan siswa jika terus dibiarkan, salah satu pengetahuan agama yang terlupakan adalah tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW. Untuk meningkatkan akhlak tersebut dapat dengan meneladani sifat wajib Nabi dan menjauhi sifat mustahilnya, sifat wajib Nabi yaitu siddiq yang artinya jujur, amanah yang artinya dapat dipercaya, tabligh yang memiliki arti menyampaikan, dan fathanah yang artinya cerdas. Sedangkan sifat mustahil bagi Nabi yang sebaiknya kita hindari yaitu kidzib yang artinya bohong, khianat artinya tidak dapat dipercaya, kitman yang memiliki arti menyembunyikan, dan baladah yang berarti bodoh. Metode penelitian yang digunakan adalah Design and Development D&D dengan desain pengembangan menggunakan model ADDIE, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Produk E-book Alchaora Special Characteristic of Rasulullah ini digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan akhlak siswa SD kelas tinggi, khususnya siswa kelas 5. E-book Alchaora Special Characteristic of Rasulullah secara kategori baik digunakan untuk meningkatkan akhlak siswa di Sekolah Dasar dengan tingkat pencapaian 83,3%, besar harapan penulis bagi para guru sebagai tenaga pendidik dapat menggunakannya sebagai media untuk meningkatkan akhlak siswa di Sekolah Dasar. Lulusan madrasah dianggap belum mampu bersaing dalam kancah dunia khususnya pada bidang non Islamic studies seperti sains, kesehatan, dan teknik informatika, sebab penerapan pendidikan akhlak hanya berfokus pada akhlak secara tekstual tanpa diiringi akhlak untuk mengembangkan potensi diri dan keberlangsungan hidup. Akhlak modern inovatif, produktif dan kreatif menjadi konsep penting untuk solusi tersebut dan diterapkan dalam pendidikan madrasah melalui kegiatan pembelajaran dan life skill. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konstribusi madrasah MTsN 4 Hulu Sungai Utara dalam penerapan akhlak modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan library research. Hasil penelitian adalah konstribusi madrasah MTsN 4 Hulu Sungai Utara untuk menanamkan akhlak modern dilakukan melalui 1 kegiatan ekstrakurikuler yang berpusat pada pengembangan life skill dan kewirausahaan, crafting, Teknologi Informatika pengembangan software maupun aplikasi, inovasi barang dengan kreatifitas budaya lokal, pengolahan sampah, sains dan robotik, serta optimalisasi organisasi di madrasah; 2 metode pembejaran berbasis pemecahan masalah maupun menciptakan solusi berupa peluang dan usaha; 3 seminar dan pelatihan life skill yang bersifat modern dengan pembicara yang mampu mendobrak pasar nasional maupun internasional. Pendidikan seharusnya mampu mencetak manusia yang cerdas secara intelektual IQ, emosional EQ, dan spiritual SQ. akan tetapi realitanya adalah sistem pendidikan yang ada di Indonesia hanya mampu mencetak peserta didik yang cerdas secara intelektual saja, dan mengesampingkan kecerdasan emosional dan spiritual. Hal inilah yang menjadikan bangsa ini mengalami krisis akhlak, sehingga angka kriminalitas meningkat drastis. Pendidikan akhlak merupakan solusi bagi problem moralitas dan karakter bangsa saat ini. Maka dari itu, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar untuk menginternalisasikan nilai-nilai akhlak serta menerapkan metode yang efektif melalui proses pembelajaran. Nilai-nilai pendidikan akhlak merupakan suatu hal yang perlu untuk ditanamkan pada diri anak, dan hal itu yang juga coba diterapkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Padi 3 Pacitan. Adapun tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan akhlak yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Padi 3 Pacitan, baik dari segi program, metode dan prosesnya. Penelitian ini memakai penelitian kualitatif by research, yakni terdapat penelitian lapangan juga penelitian pustaka. Hal ini dilakukan guna untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai pendidikan akhlak pada sekolah tersebut. Sampel penelitian yang digunakan adalah Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Padi 3 Pacitan. Hasil dari penelitian ini meliputi program yang digunakan dalam pendidikan akhlak pada Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Padi 3 Pacitan adalah program pembelajaran ditambah program halaqah tarbiyah, adapaun metode pendidikan akhlak yang diterapkan adalah metode mauidzah hasanah, keteladanan, dan kisah. serta proses dalam pendidikan akhlak dilakukan dengan memperhatikan berbagai hal, yakni pendidikan akhlak yang berkaitan dengan Allah, kepada diri sendiri dan kepada sesama. Diharapkan ketika metode, program dan proses berjalan dengan baik dan maksimal, maka akan menghasilkan anak didik yang memiliki kepribadian yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan merupakan suatu cara dalam meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan, misalnya dengan menanamkan akhlak pada manusia Suryadarma & Haq, 2015. Penanaman akhlak pada anak perlu dipupuk sedari dini, karena akhlak merupakan hal yang sangat penting melebihi dari hal apapun. Banyak sekali anak-anak, khususnya siswa pada tingkat sekolah dasar yang memiliki akhlak yang kurang baik. Untuk meningkatkan akhlak tersebut dapat dengan cara mempelajari keteladanan akhlak dari kisah Nabi Yusuf. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif. Dengan menggunakan Teknik Angket pengumpulan data dengan memberikan pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab, dan Metode wawancara untuk mengumpulkan data lisan guna mendapatkan data yang spontan sebagai data primer. Produk media E-TTI Elektronik Teka-teki Islamic ini yang digunakan sebagai media pembelajaran untuk menanamkan akhlak mulia pada siswa sekolah dasar, khususnya siswa sekolah dasar kelas 3. Secara keseluruhan, elektronik teka-teki islamic ini memiliki tingkat pencapaian sebesar 82,5% sehingga termasuk kategori baik untuk digunakan di sekolah para guru sebagai tenaga pendidik dapat menggunakannya untuk menanamkan akhlak mulia di sekolah. Selain berfungsi sebagai alat untuk menanamkan akhlak mulia, diharapkan juga produk ini dapat menambah ketertarikan siswa sekolah dasar dalam kegiatan belajar dikarenakan dengan menggunakan media elektronik. Pendahuluan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, memahami, dan mendeskripsikan tentang Metode Ummi yang dikembangkan di SDIT Ihsanul Amal 1 Implementasi metode Ummi di SDIT Ihsanul Amal Alabio, 2 Kualitas bacaan al-Quran setelah diterapkan metode Ummi. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus case studies . Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Teknis analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara keikutsertaan peneliti; teknik triangulasi dengan menggunakan berbagai sumber, teori, dan metode; dan ketekunan pengamatan. Informan penelitian yaitu Kepala Sekolah, Waka Bidang Kurikulum, siswa, dan Kordinator Ummi. Hasil 1 Implementasi metode Ummi dalam meningkatkan kualitas membaca al-Quran yaitu Pembelajaran al-Qur’an di SDIT Ihsanul Amal 8 JP/minggu, guru yang mengajar mendapatkan sertifikasi dari Ummi Foundation, guru-guru yang mengajar di SDIT ini juga kebanyakan hafizh-hafizah al-Quran, evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi harian, mingguan, bulanan dan semester; 2 Kualitas membaca al-Quran setelah diterapkan metode Ummi menghasilkan bacaan al-Quran yang baik dan sesuai dengan hukum-hukum tajwid yang Qur’an Hadits adalah merupakan mata pelajaran yang sangat penting untuk masa depan, guna untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam memahami isi kandungan surah – surah dalam Al – Qur’an. Dalam pembelajaran Al – Qur’an Hadits masih membutuhkan perencanaan dan persiapan yang baik agar proses KBM Kegiatan Belajar Mengajar dan penilaian serta hasil dari akhir pembelajaran selaras dengan apa yang diiginkan. Alat bantu yang digunakan dalam pembelajaran Al – Qur’an Hadits ini berupa metode yakni metode bernyanyi. Metode bernyanyi sangatlah unik dan bahkan menyenangkan bagi peserta didik yang masih menduduki di Madrasah Ibtidaiyah, metode bernyanyi juga dapat mempercepat ingatan dalam memahami isi kandungan dalam beberapa surah – surah yang dipelajari. Pemanfaat metode bernyanyi ini guna untuk peserta didik menghafal tanpa paksaan, dengan bernyanyi lalu menyukai nyanyian, peserta didik akan terbiasa dengan lagu yang dikarang oleh guru yang sesuai degan materi. Kemajuan terus meningkat beberapa metode telah dilaksanakan, namun dalam penelitian ini metode bernyanyi ini memiliki perkembagan yang lebih mudah dari pada sebelumnya. Misalnya, dengan menggunakan metode bernyanyi peserta didik akan lebih ceria dan bahkan ingin terus bernyanyi dengan tanpa disadari peserta didik hafal bahkan memahami disetiap sya’ir lagu. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru mengenai inovasi pembelajaran sebagai alat bantu pencapaian pembelajaran yang bisa membuat siswa tidak mudah jenuh dan bosan. Studi ini secara khusus berfokus pada mengidentifikasi perspektif guru baru untuk melakukan inovasi pembelajaran, baik secara konvensional maupun berbasis IT, sehingga tidak terjadi kejenuhan dan kebosanan dalam pembelajaran dan diharapkan pembelajaran dapat berlangsung dengan menyenangkan dan mendapatkan hasil yang optimal. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan melakukan survei. Data dikumpulkan dari guru sarjana dan guru pascasarjana yang bekerja sebagai guru. Penelitian ini menggunakan kuisioner survei sebagai instrumen utama pengumpulan data. Analisis menggunakan data yang disajikan dengan tabel, diagram, serta dari observasi. Hasil dari survey yang telah dilakukan ternyata sebagian besar guru telah melakukan inovasi dalam pembelajaran, baik berupa konvensional maupun berbasis Informasi TeknologiIT. Sebagian guru juga sudah melakukan inovasi pembelajaran berbasis Internet. Menurut pendapat para guru, pimpinan di sekolah tersebut menganjurkan adanya inovasi dalam pembelajaran dan selalu memberikan dukungan penuh dalam melaksanakan program belajar mengajar berbasis IT. Pembelajaran yang diberikan oleh guru selama studi berlangsung di sekolah mereka sudah cukup baik dan menjadi dasar bagi guru dalam berinovasi sekreatif mungkin agar membantu pencapaian pembelajaran tercapai dengan baik. Dengan adanya, inovasi pembelajaran ini akan menciptakan guru yang terampil dan berwawasan. Desain penelitian ini adalah survei yang dilakukan melalui beberapa tahap penting. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar guru selalu mencari dan membaca tentang inovasi media pembelajaran karena telah mengetahui betapa pentingnya inovasi pembelajaran. Akan tetapi tidak semua dalam kesehariannya selalu memakai media pembelajaran berbasis teknologi,seperti quiz,komik,ataupun media-media lainnya dan ada sebagian yang belum mengetahui media pembelajaran menarik seperti quiziz, wordwall, kahoot. Ada pula kendala yang menurut sebagian besar guru kurang memadai,yaitu pada fasilitas sarana dan prasarana. Tetapi dengan inovasi pembelajaran pada media pembelajaran ini dapat membantu proses pembelajaran dengan baik, daya serap yang lebih baik, dan menyeimbangkan tipe-tipe belajar anak. Diharapkan dengan adanya artikel ini dapat menjadikan acuan agar para pimpinan serta para guru untuk terus berinovasi mengembangkan media pembelajaran yang menarik dan disukai oleh siswa. Para pimpinan juga harus selalu mendukung adanya inovasi pembelajaran di zaman yang mana teknologi semakin pesat perkembangannya. Serta fasilitas yang ada harus diperhatikan agar memudahkan proses pembelajaran. Begitu juga halnya dengan para guru yang harus berinovasi agar mampu mengarahkan siswa berpikir kritis dan mencintai pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development R&D bertujuan untuk menghasilkan alat peraga smart joglo dan mengetahui kelayakan alat peraga smart joglo berbasis kearifan lokal terintegrasi problem solving tema 6 kelas V Sekolah Dasar. Penelitian ini dilalukan di SD Negeri Kalikalong yang terdiri dari 18 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi, lembar wawancara, lembar angket validasi ahli media dan ahli materi, lembar angket respon peserta didik, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan alat peraga smart Joglo pada aspek kevalidan mendapat persentase dari ahli media 93,3% dan ahli materi 91,6% dengan kategori sangat valid. Pada aspek kepraktisan dari hasil respon peserta didik saat uji coba terbatas mendapat persentase 96,6%, saat uji coba lebih luas mendapat persentase 98,3%. Hasil keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan 1 oleh observer I mendapat persentase 94,1%, observer II mendapat persentase 88,2% dan pada pertemuan II oleh observer I dan II mendapat persentase 94,1%. Dilihat dari persentase hasil respon peserta didik dan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran alat peraga smart Joglo mendapatkan kriteria sangat praktis. Pada aspek keefektifan dari hasil tes peserta didik mendapat persentase keefektifan 83,3% dengan kriteria sangat efektif. Dari hasil kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan maka alat peraga Smart Joglo berbasis kearifan lokal terintegrasi problem solving dapak dikatakan layak untuk digunakan. Materi pembelajaran fiqih di Madrasah Ibtidaiyah syarat dengan nilai nilai bagi pembentukan pribadi muslim,tantangan terbesar seorang guru adalah bagaimana agar peserta didik mampu memahami isi dari pembelajaran tersebut dan tercapai tujuan pembelajaran. Untuk itu diperlukan alat peraga edukatif yang dapat mendukung untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah dalam proses pembelajaran Guru belum pernah menggunakan alat peraga dalam pembelajaran terutama pada mata pelajaran Fiqih. Maka salah satu usaha untuk mengatasi keadaan demikian maka peneliti mencoba melakukan penelitian pengembangan yang di latar belakangi oleh adanya potensi dan masalah yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana Pengembangan Alat Peraga Edukatif Gerakan Sholat dari kain Planel pada Mata Pelajaran Fiqih Di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian Research and Development R&D, dengan Prosesdur pengembangan model ADDIE Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation . Angket, wawancara dan dokumentasi kemudian diolah menjadi dua jenis data yaitu data kualitatif dan data kuantitatif untuk kemudian digunakan sebagai penentu kelayakan alat peraga edukatif gerakan sholat dari kain planel dan mengetahui respon peserta didik di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah. Alat Peraga edukatif gerakan sholat dari kain planel telah divalidasi oleh tiga validator ahli dengan kriteria layak dan mendapatkan respon sangat positif dari peserta didik. Abstrak Albert Bandura dalam teorinya menjelaskan bahwa anak banyak belajar melalui mengamati. Teori Albert dalam pembelajaran digunakan guru untuk menunjukan praktik atau tata cara melakukan sesuatu dan anak memperhatikan. Maka dari itu penelitian bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan penerapan modelling teori Albert Bandura dalam pembelajaran Fikih materi “Tata Cara Berwudhu “ kelas IA Di MI Ummul Qura. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru Fikih kelas I dan siswa kelas 1A yang berjumlah 25 orang. Adapun objek penelitiannya adalah penerapan teori modellling Albert Bandura dalam pembelajaran Fikih MI kelas 1 serta terbentuknya kemampuan siswa dalam mempraktikan tata cara berwudhu. Untuk memperoleh data dilapangan peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian dilakukan analisis dat a. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan modelling teori Albert Bandura dalam pembelajaran Fikih materi “Tata Cara Berwudhu“ dapat dilihat dari 3 tahapan, tahap pertama perencanaan, pada tahap ini guru membuat desain pembelajaran. Kedua tahap pelaksanaan melalui 4 proses yaitu, proses perhatian, pengingatan, produksi, dan motivasi. Proses perhatian, guru memberikan contoh langsung terkait tata cara berwudhu sedangkan siswa memperhatikan dengan seksama. Proses pengingatan, setelah siswa memperhatikan guru mempraktikan tata cara berwudhu kemudian dari hasil perhatian atau pengamatan itu siswa merekam dalam ingatan kognitifnya. Proses produksi, siswa dapat mempraktikan tata cara berwudhu yang benar. Proses motivasi siswa diberikan penguatan, seperti guru memberikan pujian, dan hadiah atas keberhasilan siswa. Ketiga tahap evaluasi dalam hal ini guru menggunakan tes tulis, lisan dan praktik dalam pembelajaran fikih. Kata Kunci mi ummul qura, modeling, penerapan Pembelajaran PAI terdapat cakupan materi mengenai sejarah yaitu kisah Keteladanan Rasulullah Saw dan sahabatnya. Salah satunya yaitu kisah perjuangan dakwah Nabi Yahya Dakwah diartikan sebagai proses mendidik siswa dengan berdasarkan nilai ke-Islaman yang dilakukan guru kepada siswa di sekolah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya media pembelajaran interaktif yang dapat memudahkan serta menarik bagi peserta didik di SDN Panyingkiran III. Tantangan besar bagi seorang guru untuk membuat peserta didik antusias ketika penyampaian materi pembelajaran, terkhusus kisah perjuangan dakwah Nabi Yahya Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti mengembangkan produk guna membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas 6 SDN Pangyingkiran III. Pengembangan produk yang telah dilaksanakan dalam penelitian ini menghasilkan rancangan media interaktif yakni MIPA Media Interaktif Petualangan Ali. Penelitian ini menggunakan model Design and Development D&D atau bisa disebut juga desain dan pengembangan sebagai alat untuk menyampaikan materi khususnya mengenai dakwah dalam pembelajaran kelas 6 di Sekolah Dasar. Teknik pengolahan data yang peneliti gunakan adalah kualitatif. Data diperoleh berdasarkan hasil pengamatan saat uji coba . Dari hasil analisis data pengembangan MIPA Media Interaktif Petualangan Ali ini menunjukkan kelayakan pada hasil akhir evaluasi formatif dan hasil angket validasi kelayakan produk. Hasil validasi dilakukan dengan cara meminta validasi dari ahli media. Selanjutnya setelah melakukan validasi oleh ahli, peneliti melakukan uji coba produk terhadap 38 siswa dan dihasilkan semua siswa mendapatkan nilai yang electronic book yang sengaja diciptakan guna mempermudah seseorang dalam mengakses pembelajaran dimanapun dan kapanpun. Hal ini merupakan adaptasi dari adanya dampak kemajuan IPTEK yang semakin cepat di segala sektor kehidupan termasuk bidang pendidikan. Generasi bangsa yang unggul tak hanya dilihat dari kecerdasan intelektualnya saja, melainkan juga kecerdasan moral dan emosional. Moral dapat dibentuk sedini mungkin yakni jenjang sekolah dasar, sebagai upaya mewujudkan itu hadirlah mata pelajaran PAI sebagai mata pelajaran wajib yang harus ada. Pembelajaran PAI identik dengan penyampaian nilai-nilai moral tentang akhlak dan akidah Islam, penyampaian ini biasa disebut dengan metode dakwah, namun seringkali terjadi ketika dakwah ini tidak disampaikan dengan cara yang menarik maka akan terkesan membosankan terlebih bagi anak usia sekolah dasar di kelas rendah. Dari penjelasan itulah, tujuan dilakukannya penelitian ini guna mengetahui apakah e-book Budami yang telah dibuat dapat bermanfaat dalam memahami makna Keesaan Allah bagi siswa kelas 1 SD. Penelitian ini menggunakan metode D&D Design and Development dengan pendekatan kualitatif melalui teknis menelaah data penelitian dari hasil angket dan kajian literatur sebelumnya yang akan diuraikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini ialah e-book Budami ini bermanfaat sebagai media dakwah dalam membantu guru ketika proses pengajarannya serta membantu siswa untuk memahami makna Keesaan Allah, melalui e- book ini pula didapatkan hasil yang cukup memuaskan selama proses pembelajaran Islam sangat memperhatikan perenungan atas kisah tertentu dan dalam pengambilan ibrah . Umat Nabi Muhammad hendaknya mengikuti ajaran nabi Ibrâhîm seorang yang hanif dan tidak mempersekutukan Allah. Ini penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatanpustaka libraryresearch .Cerita nabi Ibrâhîm ditelusuri pada ayat-ayat cerita Nabi Ibrâhîm dengan metode tafsir maudhu’i atau tematik . Ibrah yang bisa diambil dari Kisah Nabi Ibrâhîm ' Alaihissalâm adalah a. Selalu sabar, santun, tegar dan tabah dalam menyampaikan dakwah serta yakin akan kebesaran Allah, b. Selalu membiasakan diri mencintai Allah, ridha, ikhlas dan husnuzzan kepada Allah Subhânahu wa Ta’alâ . c. Di hidup dan kehidupan kita harus selalu berikhtiar, bertawakkal dan berdoa dalam menjalankan perintah maupun larangan-larangan Allah Su b hânahu wa Ta’alâ . Aspek pendidikan Islam yang terdapat dalam kisah Nabi Ibrâhîm ' Alaihis s alâm dalam Alquran adalah a. Tujuan pendidikan Nabi Ibrâhîm yaitu menjadi imam para muttaqin dan muslim yang taat dan patuh kepada Allah. b. Peserta didik yaitu kerabat dekat dan kaumnya. c. Pendidik yaitu Nabi Ibrâhîm langsung menyampaiakan dakwah beliau. d. Materi yang disampaikan Nabi Ibrâhîm yaitu tentang tauhid, Ibadah dan t azkiyatunnufûs serta Akhlak. e. Metode dakwah Nabi Ibrahim dengan metode hikmah, mau’izatul hasanah dan mujadalah billati hiya ahsan . f. Lingkungan dakwah Nabi Ibrâhîm ' Alaihissalâm dengan kondisi masyarakat yang meyembah berhala beliau tetap gigih memperjuangkan agama tauhid. Kisah nabi Ibrâhîm bisa dijadikan sebagai pedoman orangtua untuk bekal pembelajaran tauhid. Ajaran ketauhidan seharusnya sudah ditanamkan sejak usia dini agar orangtua tidak khawatir tentang ketauhidan anak-anaknya ketika sudah dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan quizizz sebagai salah satu media alternative dalam pembelajaran bahasa arab online bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah. Kemajuan teknologi yang saat ini berada pada era industri mengharuskan para pendidik untuk lebih aktif dan kreatif dalam memilih media pembelajaran, ditambah lagi dengan kondisi Indonesia dan beberapa negara lain beberapa waktu lalu mewajibkan pembelajaran daring demi mencegah penyebaran virus covid-19. Penelitan ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa quizizz merupakan salah satu media yang sangat mudah, efektif dan menarik untuk digunakan dalam kegiatan evaluasi dan pembelajaran bahasa Arab berbasis online. Aplikasi ini bisa dilaksanakan secara langsung maupun bentuk penugasan. Fitur-fitur yang tersedia pada aplikasi ini bisa digunakan untuk kegiatan evaluasi dan pembelajaran bahasa Arab seperti maharah istima’, maharah kalam, maharah qira’ah, maharah kalam, dan maharah kitabah. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan media pembelajaran Bahasa Arab bagi guru di Madrasah Ibtidaiyah secara khusus. Penelitian ini bertujuan untuk membahas sejarah berdirinya MDTA Al-Amin, nilai-nilai Pendidikan Islam yang diajarkan, metode penanaman nilai-nilai pendidikan Islam serta hambatan dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam dikalangan siswa yang minoritas Muslim di Desa Lau Bekeri Kutalimbaru Deli Serdang. Untuk menjawab permasalahan di atas penulis menggunakan penelitian kulitatif deskriptif dengan pendekatan field research penelitian lapangan. Sebagai key instrumen penulis terjun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data dari sumber primer dan sekunder yang diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Data dianalisis menurut pemikiran Miles dan Huberman. Untuk menjamin keabsahan data digunakan triangulasi dan perpanjangan penelitian. Hasil penelitian menjelaskan MDTA Al-Amin berdiri atas saran dari BKM Masjid Al-Amin yang menginginkan anak-anak di tingkat dasar dibekali dengan pemahaman agama Islam agar menjadi generasi tangguh, yang saleh serta salehah dan siap menghadapi lingkungan yang mayoritas non Muslim. Nilai-Nilai Pendidikan Islam yang diajarkan meliputi akidah dan akhlak, Alquran, Bahasa Arab, sejarah Islam, tafsir, hadis, fikih, tambahan aksara Arab Melayu, al-khat menulis indah. Metode yang dipergunakan ceramah, demonstrasi, dan training. MDTA Al-Amin mendapat dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang untuk honor pendidik, dukungan dana dari donatur yang tidak terikat, dan masyarakat di sekitar Desa Lau Bekeri. Hambatan dalam menanamkan pendidikan Islam meliputi pemahaman orang tua yang minim terhadap agama sehingga kurang mendorong anak untuk belajar agama, hambatan teknologi dalam hal ini media sosial, serta lingkungan pergaulan yang mayoritas non Muslim dimana mereka tidak beribadah sesuai tuntunan Islam sehingga anak-anak Muslim pun takut ikut terpengaruh dengan pergaulan mereka. Bahkan yang Muslim sendiri pun masih banyak yang tidak menjalankan ajaran Islam dengan baik. Untuk mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab pada materi mufradat tentunya tidak lepas dari perencanaan yang matang. Penggunaan strategi yang tepat akan memudahkan siswa menguasai mufradat. Tujuan riset ini adalah untuk mengeksplorasi tentang bagaimana strategi pengajaran bahasa Arab di MI Rakha Amuntai. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, dan teknik Miles dan Huberman yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data sebagai teknik analisis datanya. Hasil penelitian ini adalah strategi pengajaran bahasa Arab pada materi mufradat di MI Rakha Amuntai sudah berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya penyusunan perencanaan pelaksanaan pembelajaran dengan baik, setidaknya sudah tersusun dan tergambarkan proses pembelajaran mulai dari pendahuluan, kegiatan inti dan penutup. Namun begitu, dalam perencanaan tersebut belum tergambarkan secara jelas terkait strategi apa yang digunakan, serta langkah-langkahnya juga belum tersusun secara terperinci, begitu juga dengan metode dan medianya. Namun guru terlihat menggunakan strategi bermain peran dan demonstrasi dalam mengajarkan bahasa Arab pada materi mufradat di MI Rakha Amuntai. Secara teoretis dan praktis penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi sekolah dan guru agar mempersiapkan rencana pembelajaran dengan sebaik-baiknya, melengkapai komponen-komponen pada perencanaan pelaksanaan pembelajaran, dan menentukan strategi, metode, pendekatan, dan media yang tepat untuk materi pelajaran yang akan disampaikan kepada siswa, sehingga materi menjadi lebih mudah diserap dan kuasai oleh siswa dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Tujuan penelitiannya adalah untuk mendeskripsikan layanan pendidikan bagi siswa lamban belajar di SDN 2 Betak Tulungagung. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah Pelaksanaan layanan guru dalam hal modifikasi alokasi waktu pembelajaran bagi siswa lamban belajar di kelas dilakukan dengan guru memberikan bimbingan untuk siswa yang lambat dalam belajar dengan memberikan jam tambahan di luar jam pelajaran, guru memodifikasi isi atau materi pembelajaran bagi siswa lamban belajar di kelas dilakukan dengan penurunan tingkat kesulitan materi suatu mata pelajaran dan memberikan perhatian yang lebih pada siswa lambat belajar saat penyampaian materi pembelajaran. Anak dengan keterbatasan intelektual memiliki kemampuan kognitif yang rendah sehingga berakibat pada kemampuan rawat diri yang rendah pula. Kondisi psikologis berupa keterbatasan intelektual pada DSM-V dijelaskan dengan indikasi klasifikasi IQ dibawah rata-rata, terdapat defisit dalam fungsi intelektual dan bersifat adaptif yang terjadi pada periode satu cara untuk meningkatkan kemampuan terutama pada rawat diri individu dengan keterbatasan intelektual, yaitu bisa mandiri dalam mandi dan berpakaian, maka diberikan intervensi berupa terapi perilaku dengan teknik reinforcement positive . Subjek pada penelitian ini adalah anak perempuan usia 9 tahun dan memiliki intelegensi dibawah rata-rata. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan penggunaan tes psikologi. Desain penelitian ini berupa studi kasus untuk menguji efektivitas terapi yang digunakan. Hasilnya menunjukkan perubahan positif dari subjek, yaitu meningkatnya meningkatnya kemampuan rawat ini bertujuan untuk 1. Mendeskripsikan penanaman nilai karakter pada anak berkebutuhan khusus di SD Negeri Unggulan Mongisidi I Makassar. 2. Mendeskripsikan bentuk penanganan dalam mengatasi masalah pendidikan karakter pada anak berkebutuhan khusus di SD Negeri Unggulan Mongisidi I Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus case study . Subjek penelitian ini adalah guru kelas II dan guru pendamping khusus dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi berperanserta, wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui hasil informasi yang diperoleh dari kepala sekolah, guru kelas II, dan guru pendamping khusus SD Negeri Unggulan Mongisidi I Makassar sudah menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa di kelasnya melalui pembelajaran, hal ini terlihat dengan studi dokumentasi RPP, dalam RPP tersebut terdapat nilai-nilai pendidikan karakter khususnya ada pada KD dan KI maupun Indikator yang didalamnya terdapat nilai-nila karakter yaitu relegius, integritas, nasionalis, mandiri, dan gotong royong. Penanaman nilai pendidkan karakter di kaitkan dengan visi dan misi sekolah, aturan sekolah, aturan kelas, selogan atau poster yang mendukung dalam implementasi pendidikan karakter. Bentuk penanganan dalam mengatasi masalah pendidikan karakter pada siswa berkebutuhan khusus yaitu dengan cara mencari tahu terlebih dahulu penyebabnya, kemudian menegurnya dengan baik, anak berkebutuhan khusus memiliki kemampuan sesuai dengan hambatannya dan tak jarang jika kita harus memberinya penjelasan di iringi dengan contoh sehingga anak akan lebih mudah memahami, jika tidak di indahkan maka di hadapkan dengan kepala sekolah dan sekolah menghubungi orang tuanya. Pendidikan multikultural adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian didalam dan diluar sekolah yang mempelajari tentang berbagai macan status sosial, ras, suku, agama agar tercipta kepribadian yang cerdas dalam menghadapi masalah-masalah keberagaman budaya. Tujuan penelitian ini adalanh untuk mengetahui peran pendidikan multikultural dam meminimalisir problematika anak di sekolah. Permasalahan yang sering terjadi memerlukan jalan keluar dan tindakan yang nyata. Oleh karena itu pendidikan multikultural memiliki peran dalam meminimalisir problematika anak disekolah seperti radikal atau perkelahian dan juga bullying. Metode penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi literatur, penelitian ini dapat diambil dari berbagai macam referensi yaitu dari jurnal ilmiah online dan internet. Hasil kesimpulan dari penelitian ini bahwa pendidikan multikultural yang dimasukkan ke dalam proses pembelajaran di sekolah akan memberikan peta pemahaman yang jelas kepada siswa-siswi di sek0lah ataupun madrasah dan hal ini tentunya akan mengurangi bahkan menghilangkan perilaku negatif dalam diri siswa seperti perilaku bullying yang mengarah kepada kekerasan secara fisik dan mental. Penelitian ini berkontribusi terhadap isu-isu pendidikan yang berupaya untuk memberikan karakter saling menghargai dalam diri siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana penguatan Pendidikan Karakter bagi Anak Usia Dini melalui penggunaan Bahasa Cinta oleh orangtua di Desa Pusian Selatan Kecamatan Dumoga, Kab. Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa observasi langsung di lokasi penelitian, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa model penerapan bahasa cinta dalam penanaman pendidikan karakter yang diterapkan oleh orangtua bagi anak usia dini yaitu sentuhan fisik, tindakan melayani, kata-kata peneguhan, serta model bahasa cinta yang bersyarat. Model bahasa cinta yang paling banyak digunakan untuk penguatan karakter anak usia dini di Desa Pusian Selatan adalah kata-kata peneguhan dari orangtua terhadap anak serta waktu berkualitas antara orangtua dan ini membahas mengenai pengembangan produk media pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar berbasis aplikasi digital dengan tujuan mengetahui efektifitas penggunaan media digital seperti aplikasi android dalam proses pembelajaran. Aplikasi yang dikembangkan Bernama KATMA Ketentuan dan Aturan Membaca Al-Qur’an. Selain tuntutan zaman penggunaan teknologi digital ini dimaksudkan agar peserta didik semangat dalam belajar dan membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode D&D Design and Development dengan model pengembangan 4D yang terdiri dari empat tahap yaitu, define, design, develop, dan disseminate. Adapun penyajian data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara. Sumber data yang diperoleh berasal dari peserta didik kelas II dan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, dengan memperoleh hasil penilaian aplikasi KATMA dari peserta didik sebanyak 98,21% menarik dari segi tampilan, 95,53% mempermudah dalam pelajaran ketentuan dan aturan membaca Al-Qur’an, 95,53% memotivasi dalam belajar, 90,17% mudah dipahami dan tidak berbelit-belit, 97,32% mudah digunakan, dan 95,53% bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Penilaian dari guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam mendapatkan nilai persentase sebanyak 97,22% untuk aplikasi KATMA. Dengan demikian aplikasi KATMA sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam untuk anak usia SD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memahami proses penerapan bermain finger board untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 3 anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan bermain finger board dapat menjadi alternatif yang dapat dilakukan para pendidik untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak, yang mana pelaksanan pembelajaran ini dilakukan secara beulang-ulang. Oleh karena itu penggunaan finger board dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak dapat ditindak lanjuti dan diaplikasikan. Hal ini membuktikan bahwa finger board dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan anak pada keluarga jama’ah tabligh. Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan Library Research. Hasil penelitian ini adalah bahwa konsep pendidikan anak pada keluarga jama’ah tabligh meliputi; dasar-dasar pendidikan agama Islam yaitu 13 sifat da’i dan 28 asas dakwah. Program-program meliputi shalat berjama’ah lima waktu di masjid, pendidikan atau pembelajaran Alquran, birrul waa lidain, puasa, taklim dan puasa sunnah. Metode pendidikan agama Islam meliputi, metode kebiasaan, metode keteladanan, metode nasihat, metode monitoring, metode punishment memberikan hukuman, metode keluar khuruj. Tujuan pendidikan agama Islam meliputi, untuk mencapai sifat-sifat di antaranya, iman dan yakin seperti iman dan yakinnya Rasulullah saw. Fikir dan risau seperti fikir dan risau Rasulullah saw. Maksud hidup seperti maksud hidup Rasulullah saw. Kecintaan seperti kecintaan Rasulullah saw. Tertib hidup seperti tertib hidup Rasulullah saw, mampu berinteraksi dengan masyarakat, dapat memberikan manfaat kepada orang lain, mampu berdakwah, dan mencari ridha Allah swt dan selalu menjalankan sunnah Nabi. Sedangkan materi pendidikan agama Islam meliputi, ta’lim wa ta’allum berisi beberapa materi, di antaranya adalah materi Alquran, anak-anak mereka di ajarkan cara membaca Alquran, menghafal surah-surah pendek, selain itu juga membacakan kitab fadhilah amal yang materinya tentang fadhilah-fadhilah amal, seperti fadhilah puasa, sedekah, zikir, membaca Alquran dan di bacakan rutin setiap selesai shalat. Selain itu juga materi mengenai enam sifat sahabat, yaitu yakin pada kalimah Thoyyibah, shalat khusu’ dan kudhu’, ilmu dengan zikir, ikramul muslimin, meluruskan niat, dakwah dan ini berisi tentang penerapan islamic games dalam mengembangkan nilai agama anak usia dini pada era pandemi covid-19. Jenis metode penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen dengan desain yaitu experimental design dengan jenis non-equivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 dengan subjek yaitu anak-anak usia 4-5 tahun di desa laut Dendang, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 14 anak. Indikator penilaian dalam penilaian ini adalah 1 mengetahui agama yang dianutnya, 2 berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, 3 mengenal Tuhan dan Ciptaan-Nya, 4 membedakan perilaku baik dan buruk, 5 menirukan gerakan ibadah dengan urutan yang benar. Hasil penelitian ini yaitu pada kelompok kontrol diperoleh nilai rata-rata mean pretest 1,28 dan posttest 1,42, nilai t paired t-test sebeesar -2,534. Sedangkan pada kelompok eksperimen diperoleh nilai rata-rata mean sebesar 1,42 pada pretest dan posttest 3,28. Nilai t paired t-test sebesar -12,790. Dari hasil kedua kelompok tersebut kontrol dan eksperimen diperoleh nilai t independt t-test sebesar -11,277 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 Sehingga dapat dikatakan bahwa penerapan islamic games mampu mengembangkan nilai agama anak usia dini 4-5 tahun secara moral yang dilakukan pada anak usia dini mendukung suatu kreativitasan dimana adnak dapat bermain sambal belajar pada satu waktu yang sama. Melalui permainan simbolik ternyata dapat pula dijadikan upaya dalam meningkatkan sebuah pendidikan moral bagi anak di usia dini dan taman kanak-kanak. Tulisan ini bertujuan dalam memberikan penjelasan terkait manfaat yang didapat dalam pemanfaatan permainan simbolik pada anak usia dini. Metode yang digunakan yaitu menggunakan studi literature dimana mengambil preferensi dari penelitian-penelitan sejenis sebelumnya. Teknik analisis yang dipakai adalah deskriptif. Hasil yang didapat yaitu bahwa sebuah permainan simbolik dapat memberikan manfaat yaitu sebagai batu loncatan anak, media pengasah kemampuan kognitif, sebagai media untuk meningkatkan rasa empati pada anak. Konsep diri bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir. Bahkan ketika lahir, kita tidak memiliki konsep diri, tidak memiliki pengetahuan tentang diri, dan tidak memiliki penghargaan tertentu terhadap diri kita. Konsep diri akan terbentuk sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, anak-anak membutuhkan konsep diri untuk dapat masuk dan diterima lingkungan sosialnya, dan salah satu pembentuk konsep diri itu yakni dengan adanya self-esteem harga diri . Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur. Kegiatan penelitian dengan studi literatur dilakukan peneliti dengan cara mencari data dari berbagai sumber tertulis, baik berupa buku, artikel, dan jurnal yang relevan dengan obyek penelitian, sehingga masalah dapat dipecahkan dengan menelaah sumber-sumber data yang sudah terkumpul sebelumnya dan tidak perlu lagi riset secara langsung di lapangan. Kepercayaan diri seorang anak tentu tidak timbul dengan sendirinya. Orang tua mempunyai peran terbesar dalam menumbuhkan self-esteem anak agar menjadi individu yang percaya diri. Self-esteem adalah cara seorang anak berpikir dan merasakan segala sesuatu tentang dirinya. Apakah ia merasa dicintai, disayangi, dihargai, atau justru merasa diabaikan dan ditolak, perasaan inilah yang kemudian akan menentukan baik/buruk perilakunya. Orang tua yang mampu menunjukkan rasa cinta, kasih sayang, dan penghargaan, bahkan ketika anak berbuat salah sekalipun, akan membuat self-esteem anak menjadi positif. Anak akan tumbuh menjadi sosok yang bersyukur dan percaya diri. Sebaliknya, orang tua yang lebih sering menunjukkan rasa marah, kecewa, atau frustrasi ketika melihat perilaku anak akan menciptakan self-esteem yang negatif dalam diri anak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk me ngetahui kecerdasan interpersonal di implementasikan pada anak usia dasar. D alam penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan atau library research , serta metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini di kumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi, seperti pencarian data berupa artikel yang terindex s inta 2 hingga s inta 5, sebanyak 10 artikel tentang implementasi kecerdasan interpersonal pada anak usia dasar. Instrumen yang digunakan penelitian ini adalah peneliti sendiri. Analisis isi menggunakan teknik analisis . Kesimpulan dari penelitian ini terkait dengan kecerdasan interpersonal dan kehidupan sosial. Manusia dikenal sebagai homo socius sebab manusia selalu membutuhkan interaksi kepada manusia lain , sama halnya dengan para anak sepanjang hidupnya. Setiap anak-anak memerlukan pertolongan dari orang lain baik dari keluarga atau sebayanya, meskipun anak pada usia dasar terus membutuhkan orang lain, meskipun tidak sedikit anak yang belum mampu menyesuaikan diri dan membentuk melakukan interaksi dengan orang lain. Terdapat tiga aspek dasar dari kecerdasan interpersonal yang meliputi Social SensitivitySocial Insight dan Social Communication yang bersama-sama membentuk satu kesatuan yang berkaitan dan saling melengkapi. Pola asuh keluarga umumnya diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Orang tua sering kali mendisiplinkan anak-anaknya seperti mereka disiplin oleh orang tua mereka. Tiap keluarga menyusun standar tindakan mereka sendiri, sesuai dari apa yang tersedia serta apa yang diterima dalam keluarga. Ditambah lagi jikalau anak dibesarkan dalam extended family, pastinya kriteria kontrol tindakan bisa bervariasi antara orang tua dengan anggota keluarga lain yang berada pada rumah yang selaras. Penelitian ini d ilaksanakan guna menghimpun informasi yang cukup tentang pola asuh extended family terhadap tumbuh kembang anak, Metode yang dipakai pada penelitian ini sesuai dengan studi literatur yang menghimpun beberapa penelitian sebelumnya guna merespon bagaimana pola asuh extended family terhadap tumbuh kembang anak. Hasil penelitian menerangkan bahwasanya p ada hakikatnya tumbuh kembang seorang anak masih memiliki ketergantungan pada orang tua serta keluarganya. Hal ini dikarenakan keterlibatan orang tua serta keluarga dalam extended family sangat krusial serta mempunyai tanggung jawab yang besar dalam melaksanakan pengasuhan sebab kemandirian anak belum cukup terbentuk. Untuk extended family ini yang mana semuanya harus saling melengkapi, pihak keluarga harus bisa memahami dan berkompromi. Keluarga dapat menciptakan hubungan yang terkoordinasi yang selaras satu sama lain minat dan tujuan. Salah satu kompromi yang dilakukan adalah merawat dan mengasuh anak dalam lingkungan sosial keluarga besar. Dengan kata lain, kewajiban dan tanggung jawab tumbuh kembang anak diserahkan kepada mereka. Suami istri, ayah, ibu mertua, kakek-nenek, paman, bibi, ipar atau saudara kandung entah secara keseluruhan ataupun hanya dalam batas-batas tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk m enganalisis i mplementasi model pembelajaran berdasarkan konsep dan model Maria Montessori dengan metode sandiwara boneka yang fokus dalam meningkatkan kemampuan ber bahasa anak usia dini . Desain Penelitian T indakan kelas ini menggunakan prosedur Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus yang meliputi a perencanaan, b pelaksanaan tindakan, c pengamatan, dan d refleksi. S ubjek dalam penelitiannya adalah anak usia dini pada RA Nurul Yasin, kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus kelompok B yang berjumlah 17 anak didik . T eknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes unjuk kerja anak melalui berbicara menceritakan kembali isi cerita . Hasil penelitian ini antara lain 1 adanya peningkatan rata-rata kemampuan bahasa setelah mengikuti pembelajaran pada siklus I dan II. Pada siklus I rata-rata kemampuan bahasa 74,59, pada siklus II rata-rata kemampuan bahasa 76,88 , 2 secara individu, adanya peningkatan kemampuan bahasa anak melalui pembelajaran ini, yaitu jumlah anak yang mencapai ketuntasan individu 75 % pada siklus I yang mencapai ketuntasan individu adalah 9 anak pada siklus II yang mencapai ketuntasan individu sebanyak 14 anak, dan 3 secara klasikal, adanya peningkatan kemampuan bahasa anak melalui sandiwara boneka pada siklus I yang mencapai ketuntasan klasikal adalah 52,94% pada siklius II yang mencapai ketuntasan klasikal sebesar 82, 33%. Sekolah dasar adalah tolak ukur keberhasilan pendidikan selanjutnya, dalam undang-undang sistem pendidikan nasional 17 “Pendidikan dasar ialah melandasi Sebagai orang tua dan guru seyogianya harus memperhatikan dengan baik terhadap perkembangan bahasa anak agar potensi minat dan bakat anak dapat diketahui. Dari studi kasus yang saya analisis dari beberapa tempat layanan jasa WiFi rumahan dimana anak-anak berkumpul bukan untuk fokus belajar justru main game online, hal ini membuat anak tingkat sekolah dasar justru lebih sering diam dan ketika berbicara cenderung mengelurkan kata-kata kasar. Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik menganalisis pengaruh perkembangan bahasa anak sekolah dasar terhadap kognitif anak, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat kepada pihak-pihak yang terkait seperti orang tua, guru, siswa dan peneliti kesenjangan antara harapan dan kenyataan, realita saat ini terdapat orang tua yang memiliki kesibukan yang padat sehingga melupakan kewajiban nya sebagai uswah hasanah bagi anak saat di rumah. Terlebih saat pandemic covid-19 yang mengharuskan anak untuk belajar dari rumah. Hal ini tentu menambah tanggung jawab bagi semua orang tua dalam mendampingi dan mengawasi anak saat mengikuti pembelajaran daring. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui bagaimana pandangan Islam mengenai peran orang tua sebagai uswah hasanah saat pembelajaran daring. Kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan yang bersifat deskriptif-analisis dengan metode content analysis analisis isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran utama orang tua selama pembelajaran daring yang tidak hanya mengawasi anak untuk mengerjakan tugas dan membimbing anak mengikuti pembelajaran melalui platform tertentu, melainkan lebih dari orang tua harus memberikan bekal mengenai pendidikan agama yang cukup seperti memberikan contoh uswah hasanah kepada anak dan membiasakan nya untuk salat berjamaah, sedekah dan kegiatan keagamaan lainnya sehingga saat masa pandemi berakhir anak dibekali oleh akhlak yang baik. Abstrak Penanaman kepedulian sosial anak sekolah sangatlah mudah dan akan terlaksanakan dengan baik jika dilakukan pembiasaan setiap hari dan di bantu oleh orang tuanya. Karena pada saat sekarang banyaknya anak sekolah dasar yang kurang memiliki rasa kepedulian sosial di lingkungan masyarakat,misalnnya menertawakan teman yang jatuh, kurang partisipasinya dalam kegiatan gotong royong karena sibuk dengan HPnya. Tujuan dari penelitian ini agar dapat menggungkapkan bagaimana upaya orang tua dalam menanamkan sikap kepedulian sosial di masyarakat anak sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di jalan Lolo Gunung Sarik Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan 3 sampel orang tua anak sekolah dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Maka hasil peneliti temukan dalam upaya orang tua menanamkan sikap peduli sosial adalah yang pertama menjenguk orang sakit, kedua membatu orang lain dengan membiasakan hidup berbagi, ketiga mengikuti gotong royong yang diadakan di masyarakat dan menyingkirkan rintangan dijalan Abstrak Berlokasi di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia melalui jalur darat membuat Kabupaten Sambas rawan mengalami kasus human trafficking dan kejahatan, terutama kepada anak. Terlebih masih banyak sumber daya manusia di Kabupaten Sambas minim akan edukasi mengenai kejahatan-kejahatan tersebut terlebih kepada anak-anak yang berada di bawah umur 17 tahun. Hal ini sempat memicu peningkatan kasus kejahatan anak Kabupaten Sambas pada 2019. Peningkatan kasus membuat pemerintah sadar dan berusaha meningkatkan kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Sambas. Namun perkembangan zaman dan pola pikir masyarakat yang semakin maju mendorong adanya gerakan yang menginginkan Komite Perlindungan Anak Indonesia KPAI di Kabupaten Sambas agar ada suatu badan yang fokus menangani kejahatan di Kabupaten Sambas. Penelitian ini akan menekankan dua hal untuk dibahas secara mendalam yaitu pemaparan data kasus yang konkret dan penjelasan penanganan kasus kejahatan anak di Sambas sekaligus melihat respon masyarakat setempat terhadap langkah yang dilakukan pemerintah. Penulis menggunakan metode penulisan deskriptif dan jenis penelitian kualitatif. Hasil dari penelitian ini pada dasarnya menunjukkan bahwa adanya urgensi terhadap perkembangan dari pembentukan komite baru KPAI di Kabupaten Sambas guna membantu penanganan perlindungan dan penyembuhan anak korban kejahatan. Studi ini merupakan sebuah studi meta analisis hubungan antara kebersyukuran dengan well being pada kelompok usia anak, remaja dan dewasa. Studi meta analisis ini menggunakan 24 studi dari 8 artikel jurnal dan 2 disertasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai korelasi ř = 0,2003 dan ρ = 0,242, serta berada dalam daerah penerimaan interval kepercayaan 95% -0,263 < ρ < 0,664. Berdasarkan nilai korelasi tersebut, maka hubungan antara kebersyukuran dengan well being tidak selalu berkorelasi positif, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan well being pada individu tidak semuanya terbentuk karena variabel kebersyukuran yang tinggi saja, tapi didukung oleh variabel-variabel lain.

Caramelakukan pengentrian data siswa baru di Madrasah Ibtidaiyah yang merupakan siswa lulusan RA adalah sebagai berikut. Setiap madrasah harus memasukkan mata ppelajaran muatan lokal di Aplikasi Raport Digital sesuai dengan muatan lokal yang ada di madrash masing-masing secara manual. Karakter Mubaliq - Kultum Pelatihan Dai Cilik setelah

Journal article Baca Tulis Al Qur'an dengan Metode Jet Tempur di Madrasah Ibtidaiyah Matholiul Falah Payaman Ngraho Bojonegoro + × Authors M. Romadlon Habibullah, Mukholidatul Musthofiah, Hamidatun Nihayah Penelitian ini dilatarbelakagi banyaknya anak yang belum mampu membaca al Qur'an dengan benar. Hal ini disebabkan karena anak zaman sekarang terbiasa menggunakan gadget daripada membaca al Qur'an. MI Matholiul Falah Payaman Ngraho Bojonegoro merupakan Madrasah yang memiliki program pembiasaan baca tulis al Qur'an hampir setiap hari dan Madrasah ini menggunakan metode yang berbeda daripada metode baca tulis al Qur'an yang diajarkan di berbagai instansi lainnya. fokus penelitian berkaitan tentang bagaimana proses pembelajaran baca tulis al Qur'an dengan metode jet tempur, faktor pendukung dan faktor penghambatnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. analisis data menggunakan reduksi data, penyadian data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitiannya adalah 1 proses pembelajarannya dilaksanakan setiap hari selasa, kamis dan ahad. Di bagi menjadi 3 tingkatan pemula, lanjutan, dan tahfidz. Proses pembelajaran baca tulis al Qur'an dimulai dari membaca al Qur'an Membaca surat alfatihah dan surat-surat pendek sesuai dengan tingkatannya. Membaca materi yang ada di jet tempur sesuai tingkatannya, Menulis materi yang ada di jet tempur sesuai tingkatannya, 2 faktor pendukungnya adalah Kemampuan pendidik dalam menguasai materi, keaktifan peserta didik dalam pembelajaran, manajemen kelas. 3 faktor penghambatnya adalah kurangnya media pembelajaran, monotonnya pendidik dalam menyampaikan materi, kedisiplinan siswa. Recently Published Journal article Pengembangan Buku Ajar IPA Berbasis Peta Pikiran untuk Melatih Berpikir Kreatif Peserta Didik di Sekolah Dasar + × Authors Rian Ningsih Pramunita Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa buku ajar yang berbasis peta pikiran untuk melatih berpikir kreatif peserta didik di sekolah dasar. Materi yang di kembangkan adalah materi pengaruh kalor terhadap benda yang terdapat pada materi kelas V di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan dengan mengacu pada model 4D yang mempunyai tahapan yaitu, 1 pendefinisian, 2 perancangan, 3 pengembangan, 4 penyebaran. Desain ujicoba menggunakan One Group Pre-test Post-test Design. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif. Insturmen yang digunakan antaranya lembar validasi, lembar tes, dan kuesioner. Buku ajar yang dikembangkan dinyatakan memenuhi kriteria valid pada komponen kelayakan isi, kelayakan penyajian, kelayakan kebahasaan dan ke grafikan. Buku ajar yang dikembangkan juga dinyatakan sebagai buku ajar yang praktis di tinjau dari respon peserta didik. Buku ajar yang dikembangkan juga dinyatakan efektif ditinjau dari keterampilan berpikir kreatif yang meningkat dari pre-test yang memeroleh presentase sebesar 28% meningkat pada post-test menjadi 58,2% dengan N-gain ketuntasan kategori sedang. Berdasarkan pembahasan hasil dan temuan-temuan disimpulkan bahwa buku ajar IPA berbasis peta pikiran yang telah dikembangkan pada materi pengaruh kalor terhadap benda layak digunakan untuk melatih berpikir kreatif peserta didik di Sekolah Dasar. Journal article Peran Pendidikan Kepramukaan sebagai Media Pembentukan Karakter Kepemimpinan Siswa Sekolah Dasar + × Authors Alfi Nur Hidayati Mendalamkan karakter kepemimpinan pada kegiatan ekstrakulikuler pramuka yang dilakukan oleh Pembina pramuka SDN Medalem I dengan tujuan agar siswa SDN Medalem I benar-benar memiliki karakter kepemimpinan yang baik dan penuh rasa tanggungjawab. Selain itu penerapan karakter kepemimpinan siswa pada ekstrakulikuler pramuka di SDN Medalem I dilakukan sejak dini agar mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi dan manfaat pendidikan kepramukaan sebagai media pembentukan karakter kepemimpinan siswa di SDN Medalem I. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskritif yakni melihat fenomena yang terjadi dilapangan unt[1]uk memperoleh data dan penguraiannya secara sistematik sehingga mudah untuk dipahami. Dan teknik yang digunakan adalah observasi, komunikasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan proses implementasi dan manfaat pendidikan kepramukaan sebagai media pembentukan karaker kepemimpinan siswa pembina menggunakan metode belajar sambil melakukan learning by doing  tahap transinternalisasi nilai dengan memberikan contoh terlebih dahulu kemudian peserta Pramuka mengikutinya. Penerapan jelajah alam yang dilakukan setia tiga bulan sekali yang dilakukan diakhir pertemuan. Dan penerapan pada kegiatan-kegiatan dalam ekstrakuler pramuka.     Most Viewed Journal article Analisis Dampak Pembelajaran Daring terhadap Motivasi Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah + × Authors Suttrisno Suttrisno Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis dampak selama pembelajaran daring terhadap penurunan motivasi belajar siswa dibandingkan dengan saat pembelajaran tatap muka siswa kelas IV di sekolah MI Muhammadiyah 5 Surabaya. Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif diskriptif dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu teknik wawancara. Penulis menggunakan teknik wawancara dengan mengumpulkan informasi dari 5 orang wali murid dan 5 siswa dari kelas yang diampunya. Berdasarkan dari wawancara bersama 5 wali murid dan 5 siswa tersebut, ditemukan bahwa siswa-siswa tersebut mengalami penurunan motivasi belajarnya selama pembelajaran daring dibandingkan dengan motivasi belajar saat tatap muka. Penyebab dari penurunan motivasi belajar siswa tersebut adalah siswa banyak mendapat bantuan menyeluruh dan langsung dari orang tua, saudara atau tetangga yang mendampingi siswa saat melakukan pembelajaran daring. Namun begitu, juga ditemukan bahwa dampak pendampingan daring seperti itu akan berakibat negatif terhadap perkembangan siswa kedepannya. Dampak negatif terhadap perkembangan siswa yaitu siswa lebih tidak peduli atau terkesan meremehkan terhadap setiap tugasnya. Selain itu, siswa juga akan lebih banyak menggantungkan diri terhadap bantuan orang lain sehingga menjadikan dirinya pribadi yang kurang mandiri. Pada akhirnya kondisi siswa yang kurang mandiri tersebut juga akan sering membuat wali murid kesulitan saat mengarahkan siswa untuk menyelesaikan setiap tugas dan tanggungjawab di sekolahnya.
DirekturKurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Moh. Isom mengatakan, pada tahap kedua, dana BOS madrasah yang dicairkan lebih dari
Madrasah Ibtidayah, biasa disingkat MI, adalah jenjang pendidikan madrasah formal yang paling dasar yang memiliki kekhasan bercirikan Islam. Madrasah Ibtidaiyah di bawah pengelolaan Kementerian Agama dan memiliki jenjang yang setara dengan Sekolah Dasar. Menilik pada KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum Pada Madrasah, Madrasah Ibtidaiyah diartikan sebagai satuan pendidikan formal yang menyelanggarakan pendidikan umum dengan kekhasan agama Islam yang terdiri dari 6 enam tingkat pada jenjang pendidikan dasar. Sebagaimana SD, lama pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah ditempuh selama 6 tahun. Yakni mulai kelas 1 sampai dengan kelas 6. Lulusannya pun bisa melanjutkan ke sekolah menengah pertama seperti SMP dan MTs. Berdasarkan data Kementerian Agama yang dirilis disitus Emis Pendis Kemenag, pada awal tahun 2020, terdapat Madrasah Ibtidaiyah se-Indonesia. Paling banyak terdapat di provinsi Jawa Timur dengan total MI, disusul dengan Jawa Tengah Jawa Barat Banten Sumatera Utara 974, Nusa Tenggara Barat 852, Lampung 765, dan Sulawesi Selatan 706. Baca Berapakah Jumlah RA & Madrasah di Indonesia? Apa Beda SD dan MI SD dan MI sama-sama jenjang pendidikan dasar. Bedanya SD dibawah pengelolaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang MI dikelola oleh Kementerian Agama. Yang paling ketara atara ciri khas MI sebagai pendidikan yang bercirikhas Islam. Kurikulum yang digunakan. Selain mengajarkan mata pelajaran 'umum' seperti di SD, MI menambahkan beberapa mata pelajaran khusus mulai dari Al-Quran Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islam. Keempatnya masuk dalam kelompok mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang mana di SD hanya diajarkan melalui satu mapel. Selain itu, di Madrasah Ibtidaiyah juga diajarkan mata pelajaran Bahasa Arab. Pada beberapa Madrsah Ibtidaiyah, pelajaran agama tersebut masih ditambahkan dengan muatan lokal khusus terkait keagamaan sesuai dengan karakteristik madrasah dan linkungan masing-masing. Daftar Artikel Terkait Madrasah Ibtidaiyah Dalam blog Ayo Madrasah terdapat berbagai artikel bertemakan Madrasah Ibtidaiyah. Silakan simak dari daftar di bawah ini Artikel Terkait Madrasah Ibtidaiyah Klik masing-masing judul pada daftar di atas untuk membaca artikel terkait Madrasah Ibtidayah. Klik tombol panah ke kanan atau ke kiri untuk menuju artikel lainnya.
  • Асዖмիцяքፅм ቬիлаዑе йе
    • Еተеχαቦонэз ፎ
    • Էпет опаጭեло
    • ኸጅυ ոደид
  • ቦաፗኽцаглևչ ոχаճዐጫըզ
  • Е нաቾуդос
    • Тιлαмιбο αлեхιфθτ г св
    • Ιщաዙαኩ уν
    • Иጡω ኆ ዬуሒ աቄι
  • Аφևвеց λаκθхо ежሯղ
Sebagaipedoman dalam menyelenggarakan upacara bendera di madrasah, silakan unduh peraturan terbaru terkait dengan pelaksanaan upacara bendera di sekolah. Peraturan tersebut adalah Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah. Selain beberapa hal terkait jenis, pejabat dan petugas, dan susunan acara upacara Ilustrasi upacara bendera merah putih. Foto PixabaySekolah merupakan pendidikan formal bagi seluruh warga Indonesia untuk mendapatkan pengajaran dan ilmu yang bermanfaat. Baik itu dalam bentuk materi pelajaran atau aturan dan norma yang berlaku di dalamnya. Aturan adalah suatu tindakan atau perbuatan yang sudah ditetapkan sehingga harus dijalankan dengan sebaik mungkin. Sedangkan norma adalah ketentuan yang digunakan sebagai panduan, tatanan, atau tingkah laku agar sesuai dalam bermasyarakat dan di lingkungan Agustin Sukses Dakhi dalam Sukses Meningkatkan Disiplin Siswa, aturan dan norma meliputi adanya tata tertib yang dikomunikasikan dengan jelas dan dilaksanakan secara konsisten, sehingga pelajar menyadari dan terbiasa untuk mematuhi norma yang yang dibuat oleh sekolah agar dipatuhi dan dijunjung tinggi oleh seluruh muridnya ini tertera dalam Janji Siswa. Berikut Janji SiswaIlustrasi siswa di Indonesia. Foto UnsplashJanji Siswa adalah sebuah teks yang biasa dibaca pada saat upacara bendera merah putih pada Senin pagi. Teks Janji Siswa dibacakan oleh petugas upacara kemudian diikuti oleh seluruh siswa di janji ini bukan sekedar teks biasa, di dalamnya terdapat poin-poin yang harus dipahami serta dijalankan oleh para siswa dan siswi. Mengutip buku Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Agus Trianto, butir-butir Janji Siswa adalah sebagai berikutBeriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar pekerti luhur dan senantiasa menjunjung tinggi nama baik dan taat kepada orang tua, bapak/ibu guru, karyawan tata usaha, sesama teman, dan sesama tata tertib sekolah yang belajar dan senantiasa mengembangkan wawasan keilmuan serta memiliki kepedulian terhadap ini mengandung makna yang bertujuan mendukung kedisiplinan para pelajar yang tengah menuntut ilmu di sekolah. Berikut makna yang terkandung dalam teks Janji Janji Siswa Bagi PelajarIlustrasi pelajar Indonesia. Foto PixabayMenukil buku Kiat Sukses Meningkatkan Disiplin Siswa yang ditulis oleh Agustin Sukses Dakhi, dalam Janji Siswa dinyatakan untuk selalu terus bekerja keras demi meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan, keterampilan, dan juga mencintai tanah karena itu, teks Janji Siswa yang diucapkan oleh seluruh pelajar di Indonesia bukan hanya sekedar ucapan. Mereka harus memahami makna dan tujuannya serta menerapkannya pada setiap perbuatan yang dilakukan, baik di lingkungan maupun di luar tidak ada lagi pelanggaran tata tertib di sekolah yang dilakukan oleh para pelajar. Mereka dapat mengenyam pendidikan secara fokus, aman, dan itu, tentunya tetap menghormati guru serta menghargai teman-teman. Bersikap sopan dan santun terhadap semua civitas sekolah juga merupakan salah satu tujuan dari dibentuknya Janji Penerapan Janji SiswaIlustrasi siswa sekolah. Foto PIxabayJanji Siswa merupakan serangkaian janji yang diucapkan oleh siswa sebagai bentuk komitmen untuk mendukung kedisiplinan diri. Berikut adalah beberapa contoh penerapan Janji Siswa di lingkungan sekolah yang dikutip dari berbagai Contoh Penerapan Janji Siswa Sila PertamaMembantu teman yang berbeda agama ketika kesulitan menyelesaikan tugas dari ibadah secara rutin sesuai dengan keyakinan dan agama yang dalam kegiatan keagamaan di sekolah untuk memperdalam pemahaman agama yang Contoh Penerapan Janji Siswa Sila KeduaMenjaga hubungan yang baik antar sesama siswa, tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau latar Bendera Merah Putih dengan cara berdiri tegak dan berlaku khidmat saat menyanyikan upacara sama dengan teman lain untuk membersihkan Contoh Penerapan Janji Siswa Sila KetigaMenjaga sikap santun dan etika dalam berinteraksi dengan teman-teman, guru, dan staf tugas dengan baik dan mengumpulkan tugas tepat membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan kelas, serta merawat taman atau area hijau di sekitar Contoh Penerapan Janji Siswa Sila KeempatMendengarkan dan menghormati nasihat orang tua serta menjalankan kewajiban sehari-hari seperti membantu orang tua di guru dengan penuh perhatian selama pelajaran berlangsung, menghormati waktu dan jadwal perbedaan pendapat dan latar belakang Contoh Penerapan Janji Siswa Sila KelimaMentaati tata tertib sekolah dengan datang ke sekolah tepat waktu, baik pada awal pelajaran maupun setelah seragam sekolah dengan lengkap, rapi, dan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh aturan selama kegiatan sekolah, termasuk aturan saat mengikuti upacara, jam kelas, kegiatan ekstrakurikuler, perpustakaan, dan Contoh Penerapan Janji Siswa Sila KeenamMembuat jadwal belajar yang teratur dan disiplin dalam melaksanakannya. Dengan mengatur waktu belajar yang baik, siswa dapat memanfaatkan waktu mereka secara efektif dan aktif dalam kegiatan akademik di sekolah, seperti diskusi kelompok, presentasi, dan perlombaan kegiatan peduli lingkungan seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, atau kampanye itu teks Janji Siswa?Siapa yang membacakan teks Janji Siswa saat upacara bendera?Apa makna teks Janji Siswa? DiIndonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar / madrasah ibtidaiyah dan tiga tahun di sekolah menengah pertama / madrasah tsanawiyah. Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Singkirkan dokumen! Jotform menawarkan formulir pendidikan online untuk profesional pendidikan dan pelajar. Pengajar membutuhkan formulir lebih dari industri lainnya - baik untuk mengumpulkan lamaran, mengevaluasi guru, atau bahkan mengumpulkan donasi - penting untuk dapat membuat formulir dengan mudah. Apakah Anda seorang pendidik di K-12 atau pendidikan tinggi, kami memiliki template formulir untuk formulir pendidikan kami sepenuhnya dapat disesuaikan dan dapat diformat agar sesuai dengan kebutuhan Anda. Mulailah dengan memilih salah satu contoh formulir pendidikan atau buatlah template Anda sendiri. Template formulir pendidikan Jotform gratis dan mudah salah satu template formulir pendidikan online gratis kami hari ini!
Kegiatanpramuka siaga ini mencakup kegiatan di luar lapangan (out door activity) yang lebih banyak bermain di alam bebas. Pada tahap ini, model perkemahanya hanyalah sehari saja, kalau saya menyebutnya dengan P4 (Pergi Pagi Pulang Petang) untuk mengajarkan kepada para siaga nilai kekompakan dan mini edukasi dari para pembina (yanda dan bunda). VIVA – Kementerian Agama Kemenag segera memiliki Instrumen Asesmen Kompetensi Madrasah, di mana Ditjen Pendidikan Islam Kemenag saat ini sedang memfinalisasi Instrumen AKMI Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia yang berlangsung di Makassar, 5 - 7 Oktober 2021."Kegiatan ini merupakan bagian dari program REP-MEQR Realizing, Education's Promise-Madrasah Education Quality Reform yang bertujuan meningkatkan mutu pengelolaan dan layanan pendidikan madrasah," kata Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan KSKK Madrasah, Moh Isom dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, ini melibatkan para guru madrasah se Indonesia yang lolos seleksi. Mereka diminta menyusun soal-soal literasi membaca, numerasi, sains, dan literasi sosial budaya untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah MI, Madrasah Tsanawiyah MTs dan Madrasah Aliyah MA.Isom berharap instrumen yang dihasilkan mampu memenuhi keperluan AKMI, yaitu secara komprehensif mampu mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa pada literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains dan literasi sosial budaya termasuk survei asesmen, lanjutnya, dapat digunakan oleh guru dan madrasah guna memperbaiki layanan pendidikan yang dibutuhkan siswa sebagai dasar untuk menyusun suatu rancangan pembelajaran bermutu."Alhamdulillah, kegiatan pengembangan instrumen AKMI telah memasuki tahap finalisasi dan telah dilakukan proses validasi instrumen. Sehingga, akan terlihat dan dapat dikelompokkan soal-soal sesuai dengan domain dan sub domain berdasarkan tingkat kesulitan," kata Kepala Sub Direktorat Kurikulum dan Evaluasi Ahmad Hidayatullah dalam lanjut, Ahmad mengatakan finalisasi ini juga akan merumuskan tingkat kesulitan instrumen. Menurut Ahmad, tingkat kesulitan tersebut awalnya dipersepsikan berdasarkan teori itu perlu dikonfirmasi dengan data empiris yang menunjukkan tingkat kesulitan yang objektif berdasarkan respons peserta validasi. Dengan demikian, diharapkan instrumen yang disusun akan memiliki karakteristik yang sama persis dengan karakteristik sasaran AKMI."Pastinya diperlukan kerja keras semua pihak selama kegiatan ini. Memperhatikan strategisnya kegiatan ini, tindak lanjut validasi yang telah dilakukan ini didampingi tim pakar dari berbagai dasar keilmuan agar nantinya dapat membenahi dan memperkaya koleksi dan variasi dalam inventarisasi soal-soal instrumen," ujar Ahmad. ant
Rabu 07 Oktober 2020 | 06:07 Dibaca 166 kali BEST PRACTICE: Manajemen Madrasah Menuju Madrasah Unggul. Paser (Madrasah Bpn) - Untuk mewujudkan madrasah unggul, MTs Negeri 1 Balikpapan melaksanakan kegiatan Diseminasi Manjamenen Madrasah Unggulan dengan nara sumber Khoirul Anam, M.Pd.I, Kepala MAN IC Paser, untuk

CONTOH TEKS NASKAH JANJI SISWA BAGI PARA PELAJAR JASA PEMBUATAN ADMINISTRASI BP/BK DI SEKOLAH DAN PTK/BKHUBUNGI KAMI DI 081222940294Untuk Detail Harga Administrasi Dan Perangkat BKKlik DisiniUntuk Pilihan Judul Dan detail Harga PTK/BK Klik DisiniAtau Cek FB Kami Disini Sahabat Edukasi yang sedang berbahagia... Dalam kesempatan yang baik ini, saya akan bagikan bacaan teks / naskah Janji Siswa/Pelajar yang dapat digunakan pada jenjang SD, SMP, SMA, SMK dan sederajat. Pengucapan Janji Siswa / Pelajar ini dibaca pada setiap upacara bendera hari Senin oleh salah satu petugas upacara dan ditirukan secara bersama-sama oleh seluruh peserta upacara, berikut isi janji siswa yang telah digunakan di sekolah kami JANJI SISWA Kami siswa-siswi ................. nama sekolah berjanji 1. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3. Mematuhi segala peraturan dan tata tertib sekolah. 4. Patuh serta taat kepada guru dan orang tua. 5. Saling menghormati dan menghargai seluruh teman. 6. Disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. 7. Menjaga kerapian dan kesopanan dalam berpakaian, serta sopan santun dalam setiap ucapan dan perbuatan. 8. Menjaga kebersihan dan keindahan di lingkungan sekolah. 9. Belajar dengan tekun serta bersemangat tinggi untuk meraih prestasi. 10. Menjaga nama baik keluarga besar .................. nama sekolah. Download contoh teks / naskah janji siswa pelajar ini pada links berikut. Demikian contoh teks / naskah janji siswa saya share, semoga bermanfaat dan terimakasih... Salam Edukasi...!

gNrJwz.
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/471
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/302
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/457
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/255
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/52
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/59
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/320
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/319
  • janji siswa madrasah ibtidaiyah