Rekan saya bernama Pak Regi seorang guru Bahasa Indonesia di sekolah saya mempunyai masalah tentang kurangnya antusias murid-murid yang beliau ajar. Hal ini terlihat dari kurang aktif anak-anakdi kelas nya, kemudian pengumpulan tugas yang hanya 50% dari jumlah murid-murid nya dalam satu kelas.
proses percakapan antara guru dan siswa di SMA Negeri 8 Kerinci; 2) Data yang didapat langsung dianalisis dengan menggunakan metode padan dan teknik pilah unsur penentu; 3) Mengklasifikasikan data berdasarkan tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi berserta fungsi tindak tutur; 4) Berdasarkan hasil identifikasi dan
Pelaksanaan Pendampingan Individu Ke-5 yang dijadwal oleh BBGP Provinsi Jawa Barat dari 8 s.d. 17 Maret 2023,telah dilaksanakan oleh PP-117_Iwan Sumantri (Guru Ataya) sesuai kesepakatan bersama dengan para Calon Guru Penggerak yaitu dimulai dari tanggal 13 sd 16 Maret 2023. 4 (empat) hari sudah saya selaku PP melaksanakan pendampingan di empat sekolah dengan suasana dan karakteristik yang berbeda.
Komunikasi Antara Guru dengan Siswa dan Pengauhnya Terhadap Prilaku Anak | 12 Kompetensi yang memadai, sikap yang santun, lembut dan penuh kasih sayang menjadi keniscayaan dimiliki oleh setiap guru. “Kenyamanan dan keberkesanan murid terhadap perilaku dan kepribadian guru tidak hanya akan menjadi motivasi murid dalam mengikuti pelajaran
Coach: guru, coachee: murid, 1 pengamat. Anda memperhatikan seorang murid yang tidak mau bekerja sama dengan teman-temannya. Dia selalu memiliki alasan, seperti tidak cocok dengan teman-temannya atau dengan alasan lain. Dia memilih bekerja sendiri dan mengumpulkan tugasnya sendiri. Hasil yang dikumpulkan secara mandiri itu selalu bagus.
Cerita Reflektif : Ibu dan Bapak Guru, ceritakan yuk tentang waktu favorit bersama murid, ketika sedang melakukan apa? Jawaban: Waktu favorit bersama siswa adalah saat melakukan observasi dan diskusi, dimana pada saat itu seluruh siswa mencoba melakukan eksplorasi terhadap seluruh kompetensi yang ada.
waktu yang dihabiskan murid untuk tugas-tugas akedemik, dan usaha oleh guru untuk meminimalkan pengaruh negatif terhadap murid (Joyce & Weil, 1996). Fokus instruksi langsung adalah aktifitas akedemik, materi non-akademik (seperti mainan, game, dan teka-teki) cendrung tidak dipakai, interaksi murid –guru (seperti percakapan atau perhatian
Kompetensi kepribadian guru adalah kemampuan yang mencerminkan sikap dan perilaku guru dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Kompetensi kepribadian ini kemudian melahirkan guru dengan ciri-ciri yang sabar, tenang, bertanggung jawab, ikhlas, demokratis, cerdas, menghormati orang lain, tegas, berani, kreatif dan inisiatif. X0QBg.
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/176
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/412
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/234
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/415
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/12
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/379
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/112
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/236
  • percakapan guru dan murid tentang tugas