ElisaKifana, P031914401010 (2022) ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN ARTHRITIS GOUT DENGAN MASALAH GANGGUAN RASA AMAN DAN NYAMAN : NYERI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GARUDA KOTA PEKANBARU. Diploma thesis, Poltekkes Kemenkes Riau. Text (43kB) Text ABSTRAK.pdf Download (34kB) Text LEMBAR PENGESAHAN.pdf Download (124kB)
KELOMPOK 3 XII KEP 1KEBUTUHAN DASAR RASA AMAN DAN NYAMAN Kelompok Safety 02 091. Amelia Eka Safara 102. Faris Satria Raja Putra C. 133. Ganesya Rulli Eka Putri 144. Isybela Oktaviani 205. Mardiatul Munawaroh6. Risma Syaharani PurnomoSMK KESEHATAN BINA KARYA MEDIKA PONOROGOA. Pengertian Mempengaruhi cara mereka menginterpretasikan dan merasakan aman didefinisikan oleh Maslow dalam Potter & Perry 2006 sebagai suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh ketentraman, kepastian dan keteraturan dari keadaan lingkungannya yang mereka tempati. Keamanan adalah kondisi bebas dari cedera fisik dan psikologis P o t t e r & Perry 2006. Kenyamanan / rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman suatu kepuasan yang meningkatkan penampilan sehari-hari, kelegaan kebutuhan telah terpenuhi, dan transenden keadaan tentang sesuatu yang melebihi masalah dan nyeri Kolcaba, 1992 dalam Potter & Perry 2006 . Berbagai teori keperawatan menyatakan kenyamanan sebagai kebutuhan dasar klien yang merupakan tujuan pemberian asuhan keperawatan. Konsep kenyamanan mempunyai subjektifitas yang sama dengan nyeri. Setiap individu memiliki karakteristik fisiologis, sosial, spiritual, psikologis, dan kebudayaan yang mempengaruhi cara mereka menginterpretasikan dan B. Macam atau Jenis Kebutuhan Kenyamanan mesti dipandang secara holistik yang mencakup empat aspek yaitu 1. Fisik, berhubungan dengan sensasi tubuh. 2. Sosial, berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan sosial. 3. Psikospiritual, berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam diri sendiri yang meliputi harga diri, seksualitas, dan makna kehidupan. 4. Lingkungan, berhubungan dengan latar belakang pengalaman eksternal manusia seperti cahaya, bunyi, temperatur, warna dan unsur alamiah lainnya. Perubahan kenyamanan adalah dimana individu mengalami sensasi yang tidak menyenangkan dan berespon terhadap rangsangan yang berbahaya. Nyeri merupakan perasaan dan pengalaman emosional yang timbul dari kerusakan jaringan yang aktual dan potensional atau gambaran adanya "mk. keperawatan dasar - konsep kebutuhan rasa aman dan nyaman." Diaksespada 28 Jul. "mk. keperawatan dasar - konsep kebutuhan rasa aman dan nyaman." Diaksespada 28 Jul. Masalah Pemenuhan Kebutuhan Faktor yang mempengaruhi keamanan dan keselamatan meliputi 1. Emosi Kondisi psikis dengan kecemasan, depresi, dan marah akan mudah mempengaruhi keamanan dan kenyamanan. 2. Status Mobilisasi Status fisik dengan keterbatasan aktivitas, paralisis, kelemahan otot, dan kesadaran menurun memudahkan terjadinya resiko cedera. 3. Gangguan Persepsi Sensori adanya gangguan persepsi sensori akan mempengaruhi adaptasi terhadap rangsangan yang berbahaya seperti gangguan penciuman dan penglihatan. 4. Keadaan Imunitas Daya tahan tubuh kurang memudahkan terserang penyakit. 5. Tingkat Kesadaran Tingkat kesadaran yang menurun, pasien koma menyebabkan respon terhadap rangsangan, paralisis, disorientasi, dan kurang tidur. 6. Informasi atau Komunikasi Gangguan komunikasi dapat menimbulkan informasi tidak diterima dengan baik. 7. Gangguan Tingkat Pengetahuan Kesadaran akan terjadi gangguan keselamatan dan keamanan dapat diprediksi sebelumnya. 8. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional Antibiotik dapat menimbulkan resisten dan anafilaktik syok. 9. Status nutrisi Keadaan kurang nutrisi dapat menimbulkan kelemahan dan mudah menimbulkan penyakit, demikian sebaliknya dapat beresiko terhadap penyakit tertentu. 10. Usia Pembedaan perkembangan yang ditemukan diantara kelompok usia anak- anak dan lansia mempengaruhi reaksi terhadap nyeri. 11. Jenis Kelamin Secara umum pria dan wanita tidak berbeda secara bermakna dalam merespon nyeri dan tingkat kenyamanannya. 12. Kebudayaan Keyakinan dan nilai-nilai kebudayaan mempengaruhi cara individu D. Asuhan Keperawatan 1. Pengkajian Pengkajian keperawatan merupakan tahap awal dari proses keperawatan, pengkajian keperawatan ini bertujuan untuk menggali atau mendapatkan data utama tentang kesehatan pasien baik itu fisik, psikologis, maupun emosional Debora, 2013.3 "mk. keperawatan dasar - konsep kebutuhan rasa aman dan nyaman." Diaksespada 28 Jul. Ardiansyah, 2012 yang harus dikaji pada klien yang mengalami penyakit gastritis adalah a. Pengkajian Anamnesis 1 Biodata Pada biodata, bisa diperoleh data tentang identitas pasien meliputi nama pasien, tempat tanggal lahir, alamat, umur pasien, jenis kelamin pasien, pekerjaan pasien, pendidikan pasien, status kawin pasien, agama dan asuransi kesehatan. Selain itu juga dilakukan pengkajian tentang orang terdekat pasien. 2 Keluhan utama Selama pengumpulan riwayat kesehatan, perawat menanyakan kepada pasien tentang tanda dan gejala yang dialami oleh pasien. Setiap keluhan harus ditanyakan dengan detail kepada pasien disamping itu diperlukan juga pengkajian mengenai keluhan yang disarasakan meliputi lama timbulnya. 3 Riwayat Penyakit Sekarang Pada riwayat penyakit sekarang, perawat mengkaji apakah gejala terjadi pada waktu yang tertentu saja, seperti sebelum atau sesudah makan, ataupun setelah mencerna makanan pedas dan pengiritasi dan setelah mencerna obat tertentu atau setelah mengkonsumsi alhohol. 4 Riwayat penyakit dahulu Untuk mengkaji riwayat penyakit dahulu atau riwayat penyakit sebelumnya, perawat harus mengkaji apakah gejala yang berhubungan dengan ansietas, stress, alergi, makan atau minum terlalu banyak, atau makan terlalu cepat. Selain itu perawat juga harus mengkaji adakah riwayat penyakit lambung sebelumnya atau pembedahan lambung. 5 Riwayat kesehatan keluarga Dalam riwayat kesehatan keluarga perawat mengkaji riwayat keluarga yang mengkonsumsi alkohol, mengidap gastritis, kelebihan diet, serta diet sembarangan. 18 Selain itu perawatan juga mananyakan tentang penyakit yang pernah dialami oleh keluarga. Selain pengkajian riwayat harus bisa diseimbangkan sesuai dengan kebutuhan seorang pasien. Setiap pola merupakan suatu rangkaian perilaku yang membantu perawat dalam mengumpulkan suatu data Wijaya & Putri, 2013.b. Pengkajian pola-pola fungsi Gordon adalah1 Pola Persepsi Kesehatan Persepti terhadap adanya arti kesehatan, penatalaksanaan kesehatan serta pengatahuan tentang praktek Pola nutrisi Mengidentifikasi masukan nutrisi dalam tubuh, balance cairan serta elektrolit. Pengkajian meliputi nafsu makan, pola makan, diet, kesulitan menelan, mual, muntah, kebutuhan jumlah zat Pola eliminasi Menjelaskan tentang pola fungsi ekskresi serta kandung kenih dan kulit. Pengkajian yang dilakukan meliputi kebiasaan deddekasi, ada tidaknya masalah defekasi, masalah miksi oliguria, disuri, frekuensi defekasi dan miksi. Karakteristik urine dan feses, pola input cairan, masalah bau Pola latihan-aktivitas Menggambarkan tentang pola latihan, aktivitas, fungsi pernapasan. Pentingnya latihan atau gerak dalam keadaan sehat maupun sakit, gerak tubuh dan kesehatan berhubungan dengan satu sama lain. Kemampuan klien dalam menata dirinya sendiri apabila tingkat kemampuannya 0 mandiri, 1 dengan alat bantu, 2 dibantu orang lain, 3 dibantu orang lain dan alat, 4 tergantung dalam melakukan ADL, kekuatan otot dan ROM, riwayat penyakit jantung, frekuensi, irama dan kedalaman napas, bunyi napas, riwayat penyakit Pola kognitif perseptual Menjelaskan tentang persepsi sendori dan kognitif. Pola ini meliputi pengkajian fungsi penglihatan, pendengaran, perasaan, pembau dan kompensasinya terhadap tubuh. Dan pola kognitif memuat kemampuan daya ingat klien terhadap peristiwa peristiwa yang telah lama atau baru Pola istirahat dan tidur Menggambarkan pola tidur serta istirahat pasien. Pengkajian yang dilakukan pada pola ini meliputi jam tidur siang dan malam pasien, masalah selama tidur, insomnia atau mimpi uruk, penggunaan obat serta mengaluh Pola konsep diri-persepsi diri Menggambarkan sikap tentan diri sendiri serta persepsi terhadap kemampuan diri sendiri dan kemampuan konsep diri yang meliputi gambaran diri, harga diri, peran, identitas dan ide diri Pola peran dan hubungan Menggambarkan serta mengatahui hubungan pasien serta peran pasien terhadap anggota keluarga serta dengan masyarakat yang berada dalam lingkungan sekitar tempat Pola reproduksi atau seksualMenggambarkan tentang kepuasan yang dirasakan atau masalah yang dirasakan dengan seksualitas. Selain itu dilakukan juga pengkajian yang meliputi dampak 20 sakit terhadap seksualitas, riwayat haid, pemeriksaan payudara sendiri, riwayat penyakit hubungan seks, serta pemeriksaan Pola koping dan Toleransi Stres Menggambarkan tentang pola cara menangani stress, yang meliputi dengan cara interaksi dengan orang terdekat menangis, dam lain Pola keyakinan dan nilai Menggambarkan tentang pola nilai dan keyakinan yang dianut. Menerangkan sikap serta keyakinan yang dianaut oleh klien dalam melaksanakan agama atau kepercayaan yang Pemeriksaan Fisik menurut Ardiansyah, 2012 adalah 1 Kesadaran pada awalnya compos mentis, adalah perasaan tidak berdaya. 2 Respirasi tidak mengalami gangguan. 3 Kardiovaskuler hipotensi, takikardia, disritmia, nadi perifer lemah, pengisian kapiler lambat vasokontriksi, warna kulit pucat, sianosis, dan kulit/ membrane mukosa berkeringat status shock, nyeri akut. 4 Persarafan sakit kepala, kelemahan, tingkat kesadaran dapat terganggu, disorientasi/bingung, dan nyeri epigastrium. 5 Pencernaan anoreksia, mual, muntah yeng disebabkan karena adanya luka duodenal, nyeri pada ulu hati, tidak toleran terhadap adanya makanan seperti cokelat dan makanan pedas serta membran mukosa Faktor pencetus Faktor-faktor pencetus dari gangguan ini menurut Ardiansyah, 2012 yaitu 1 Makanan, rokok, alkohol, obat-obatan, dan stresor faktor-faktor pencetus stress. 2 Kondisi psikologis. 3 Musculoskeletal ditunjukkan dengan adanya kelemahan dan kelelahan 4 Integritas ego, yaitu faktor stress akut, kronis, dan perasaan tidak Diagnosa Keperawatan Diagnosis keperawatan adalah suatu penilaian klinis terhadap adanyapengalaman dan respon individu, keluarga ataupun komunitas terhadap masalahkesehatan, pada risiko masalah kesehatan atau pada proses kehidupan. Diagnosiskeperawatan adalah bagian vital dalam menentukan proses asuhan keperawatan yangsesuai dalam membantu pasien mencapai kesehatan yang optimal. Mengingatdiagnosis keperawatan sangat penting maka dibutuhkan standar diagnose keperawatanyang bisa diterapkan secara nasional di Indonesia dengan mengacu pada standardiagnosa yang telah dibakukan sebelumnya PPNI, 2016. Diagnosa keperawatan menurut PPNI, 2016 dalam buku Standar DiagnosaKeperawatan Indonesia adalah Gangguan Rasa Nyaman berhubungan dengan gejalapenyakit. Tanda dam gejala mayor, subjektif mengeluh mual, merasa ingin muntah,tidak berminat makan. Gejala dan tanda minor, subjektif merasa asam di mulut,sensasi panas/dingin, sering menelan, objektif saliva meningkat, Nurarif & Kusuma, 2015 diagnosa keperawatan yang mungkin munculpada penyakit gastritis adalah 1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masukan nutrient yang tidak adekuat 2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan masukan cairan tidak cukup dan kehilangan cairan berlebihan karena muntah 3. Nyeri akut berhubungan dengan mukosa lambung teriritasi 4. Defisiensi pengetahuan berhubungan dengan penatalaksanaan diet dan proses penyakit3. Intervensi Keperawatan Intervensi keperawatan adalah suatu tindakan yang dirancang oleh perawat,atau suatu perawatan yang di lakukan berdasarkan penilaian secara klinis danpengetahuan perawat yang bertujuan untuk meningkatkan outcome pasien atau keperawatan mencakup perawatan langsung serta perawatan tidaklangsung. Kedua perawatan ini ditujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakatdan orang-orang yang dirujuk oleh perawat, dirujuk oleh dokter maupun pemberianlayanan kesehatan lainnya PPNI, 2018. Tabel 1 Intervensi Keperawatan Pada Pasien GastritisNo Diagnosa Tujuan dan kriteria hasil Intervensi Keperawatan Keperawatan SLKI SIKI12 3 41 Ketidakseimbangan SLKI SIKInutrisi kurang darikebutuhan tubuh Status Nutrisi 1. Managemen Nutrisiasupan nutrisi a. Asupan gizi cukup a. Monitor terjadinyadalam tubuh tidakcukup untuk b. Asupan makanan terpenuhikebutuhan penurunan danmetabolism c. Asupan cairan terpenuhi kenaikan berat badan Monitor kalori dan asupan d. Berat badan makanan 23 4meningkat status gizi pasien dan kemampuane. Berat ideal sesuai pasien untuk memenuhidengan tinggi badan kebutuhan gizi d. Tentukan jumlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan e. Managemen gangguan makan f. Monitor intake atau asupan cairan secara tepat g. Monitor berat badan sesuai secara rutin h. Berikan dukungan terhadap peningkatan berat badan dan perilaku yang meningkatkan berat badan i. Monitor lingkunga n selama makan j. Ajarka n pasien tentang konsep nutrisi yang baik k. Kolaborasi untuk23 4 mengembangkan rencana perawatan dengan melibatkan klien dan orang-orang terdekat dengan tepatKekurangan SLKI SIKIvolumecairan Keseimbangan 1. Managemenpenurunan Cairan cairanvolumecairan baik a. Berat badan stabil a. Monitorcairan status hidrasiintravaskuler, interstisial, b. Intake dan Monitor makanan ataudan output seimbangintraseluler Turgor kulit normal minuman yang dikonsumsi dan hitung asupan kalori harian b. Monitor status gizi c. Timbang berat badan setiap hari Dukung pasien dan membantu dalam pemberian makanan dengan baik d. Berikan cairan yang tepat 2. Managemen Muntah23 4 a. Identifikasi faktor- faktor yang menyebabkan muntah b. Monitor keseimbangan cairan dan elektrolit c. Ajarkan pasien untuk menghilangkan factor-faktor yang memicu, dapat menyebabkan muntah d. Berikan informasi penggunaan teknik non farmakologi e. Ajarkan penggunaan tehnik non farmakologi untuk mengelola muntah seperti, relaksasi, akupresurNyeri akut SLKI SIKIpengalaman Managemen Nyeriyang Kontrol Nyeriberhubunga 4n dengan a. Mengenalikerusakan kapan nyeri terjadi23pada jarungan b. a. Lakukanaktual Melaporkmaupun an nyeri pengkajian kembalifungsional berkurangyang secara dan tentangmendadak terkontrolatau lambat Melapork nyeri yangdan anberintensitas perubahan dirasakanringan sampai terhadapdengan gejala b. Berikan infoberat yang nyeri mengenai nyeriberlangsunglebih dari c. Berikantiga bulan. informasi yang akurat untuk meningkatkan pemahaman dan respon keluarga terhadap pengalaman nyeri d. Kolaborasi dengan pasien, orang terdekat, tim keseha tan untuk memilih tindakan penurun nyeri nonfarmakologi sesuai kebutuhan 1. Pemberian Analgesik Tentukan lokasi,karakteristik, kualitas, keparahan nyeria. Cek adanyariwayat alergi obat23 4b. Monitortanda-tanda vitalsebelum memberikananalgesicc. Berikankebutuhankenyamanan danaktivitas lain yangdapat membantureaksi untukmemfasilitasipenurunan nyerid. Berikan analgesiksesuai waktuterutama pada saatnyeri memberatDefisiensi SLKI SIKIpengetahuan ketiadaan Pengetahuan 1. Pengajaranatau Proses Proses penyakitkurangnyasuatu Penyakit Berikan penilaianinforasikognitif tentang tingkatyang mengetahui faktorberhubungan penyebab pengatahuan pasiendengan topiktertentu tentang proses mengetahui tanda penyakit yang dan gejala spesifik komplikasi penyakit gastritis a. Jelaskan patofisiologi dari penyakit2 34b. Gambarkan tandadan gejala yang biasamuncul pada penyakitgastritis, dengan carayang tepatIdentifikasikemungkinanpenyabab penyakitgastritisc. Berikan informasipada pasien tentangkondisi,dengan carayang tepatd. Diskusikanpilihan terapi ataupenanganane. Instruksikanpasien mengenaltanda dan gejalauntuk melaporkanpada pemberiperawatan kesehatan,dengan cara yangtepatGangguan SLKI SIKIrasanyaman Status kenyamanan 1. Managemenperasaan Kenyamanantidak a. Menyatakannyaman, rasa nyamandalamdimensi23 4fisik, perasaan b. Rasa a. Ciptakan lingkungantidak nyaman yang tenang danyang mual mendukungdirasakan bisa berkurangberupa mualhingga b. Tentukan tujuanmuntah pasien dalam mengelola lingkungan dan kenyamanan sumber- sumber edukasi yang relevan dan berguna mengenai managemen penyakit 2. Managemen pengobatan a. Berikan tindakan akupresur tekanan atau pemijatan pada lokasi tubuh tertentu untuk menurunkan nyeri, menghasilkan relaksasi serta mencegah dan menurunkan mual. Pemijatan dilakukan pada titik ST36 lokasinya empat23 4 jari dibawah tempurung lutut sebelah luar tulang kering yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi fungsi lambung, titik K11 lokasinya pada telapak kaki bagian depan sejajar dengan jari tengah, dan titik SP4 tentang tindakan komplementer yang diharapkan bagian dalam kaki dekat dengan garis jempol kedua titik berfungsi secara kuat untuk menyeimbangkan energi dalam tubuh, meningkatkan aliran darah ke pusat tubuh sehingga membuat tubuh menjadi rileks Titik RN13 lokasinya digaris tengah perut antara23 4pusar dantulang dadaatau lima jaridiatasumbilicus,kemuadiantitik RN11terletak tigajari diatasumbilicus,ST22 terletakduajari disampingRN11. TitikPC6lokasinya tigajari diataspergelangantangan danPC8 yangterletak padagaris telapaktangan Ajarkan pasien tentang tindakan kompleme nter yang diharapka nc. Berikan dan ajarkan tentang obat tradisional obat herbal jamu kunyit d. Berikan informasi tentang pengguna an obatSumber PPNI, 2018.3. Implementasi Keperawatan Implementasi merupakan suatu proses keperawatan yang dilakukan setelahperencanaan keperawatan. Implementasi keperawatan adalah langkah keempat dariproses keperawatan yang telah direncanakan oleh perawat untuk membantu pasienyang bertujuan mencegah, mengurangi, dan menghilangkan dampak ataupun responyang dapat ditimbulkan oleh adanya masalah keperawatan serta keperawatan membutuhkan fleksibilitas dan kreativitas perawatDebora, 2013.4. Evaluasi keperawatan Evaluasi keperawatan merupakan tahap kelima atau proses keperawatan terakhir yang berupaya untuk membandingkan tindakan yang sudah dilakukan dengan kriteria hasil yang sudah ditentukan. Evaluasi keperawatan bertujuan menentukan apakah seluruh proses keperawatan sudah berjalan dengan baik dan tindakan berhasil dengan baik Debora, 2013. Evaluasi yang diharapkan dapat dicapai pada pasien gastritis dalam pemenuhan kebutuhan rasa nyaman adalah dapat mengontrol terhadap adanya gejala, menyatakan rasa nyaman, tidak adanya "BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Dasar Nyeri Akut pada ...." Diakses pada 29 Jul. 2022.
C Lingkungan yang Aman. 1. Kebutuhan dasar terpenuhi. - Oksigen, waspada dengan Co yang akan mengurangi oksigen keseluruh tubuh. - Nutrisi, penyimpanan makanan yang tidak tepat yang akan meningkatkan resiko terjadinya infeksi dan keracunan makanan. 2. Pengurangan bahaya fisik. Bahaya fisik yang ada di komunitas dan tempat pelayanan
PEMATANGSIANTAR| KopiPagi : Beri rasa aman dan nyaman, Personil Satuan Sabhara Polsek Siantar Utara yang di pimpin AKP. M.S. Ritonga SH MH, melakukan patroli di wilayah hukum nya, pada waktu umat muslim melaksanakan Salat Taraweh, pada Jumat (08/04/2022), sekira pukul. 20.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, turut serta Kanit Intel Siantar Utara Ipda. Fitra Jaya [] MenjaminRasa Aman Dan Nyaman Pada Hari Paskah Bhabinkamtibmas Bripda Yusran Lakukan Pengamanan. 11 Mei 2018 ; "Diharapkan dengan adanya petugas pengamanan akan mencegah terjadinya gangguan keamanan sehingga dapat memberikan rasa aman kepada warga yang sedang melaksanakan kegiatan Ibadah, agar dapat beribadah dengan tenang dan nyaman
makakebutuhan keamanan dan kenyamanan pada tingkatan selanjutnya yang harus dipenuhi. Kebutuhan rasa nyaman dapat dipersepsikan berbeda pada setiap orang RPJMD Kabupaten Sikka Tahun 2018-2023 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran Indeks Rasa Aman dan Nyaman CAPAIAN INDEKS RASA AMAN DAN NYAMAN TAHUN 2019-2023 TARGET 20 2021 0,73 0,76 2022 0,79
2 Hindari makan terburu-buru. Kebiasaan makan terlalu cepat ditambah sambil mengobrol, bisa membuat banyak udara masuk ke saluran cerna dan memicu sakit maag. 3. Hindari berbaring setelah makan. Hindari langsung berbaring setelah makan karena hal ini bisa memicu sakit maag, bila rasa kantuk tidak tertahankan, tidur dengan posisi setengah duduk.
Nah agar tetap aman dan nyaman, ikuti tips-tips camping di masa pandemi berikut ini: Bila ingin camping, sebaiknya pilihlah perkemahan lokal atau yang ada di dalam atau masih di sekitar kota kamu. Dengan berkemah di perkemahan lokal, kamu tidak perlu melakukan perjalanan jauh yang tidak penting ke luar kota. CDC juga merekomendasikan agar kamu

KeteguhanHati Kemampuan secara sudut pandang atau secara keperilakuan mengubah bentuk stressor yang negatif menjadi tantangan yang positif Dimensi kepribadian yang berpengaruh : Komitmen Lokus pengendalian (locus of control) Tantangan Manajemen Stress Kerekayasaan organisasi Kerekayasaan pribadi Teknik penenangan pikiran Teknik penenangan melalui aktivitas fisik Penenangan Pikiran Mengurangi kegiatan berpikir, yaitu proses berpikir dalm bentuk merencana,mengingat, berkhayal,menalar yang

aKcYeJN.
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/458
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/178
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/248
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/96
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/477
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/115
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/146
  • 0y8cvvvx0y.pages.dev/491
  • gangguan rasa aman dan nyaman